Presiden Korea Selatan Resmi Dimakzulkan

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 10/03/2017 10:35 WIB
Presiden Korea Selatan Resmi Dimakzulkan Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, resmi dimakzulkan setelah Mahkamah Konstitusi meloloskan mosi pemakzulan yang diajukan parlemen pada pertengahan Desember lalu. (AFP PHOTO/Kim Min-Hee)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, resmi dimakzulkan setelah Mahkamah Konstitusi meloloskan mosi pemakzulan yang diajukan parlemen pada pertengahan Desember lalu.

"Tindakan Park merusak semangat demokrasi dan supermasi hukum dengan sangat serius. Untuk itu, Presiden Park resmi diberhentikan," ujar ketua hakim MK, Lee Jung-Mi, dalam sidang.

Park dicopot dari kursi kepresiden karena diduga terlibat skandal korupsi dan pembocoran rahasia negara. Keputusan bulat dari delapan hakim MK pada Jumat (10/3) ini menjadi puncak dari kekacauan politik Korsel yang telah berlangsung setidaknya 4 bulan lebih.


Diberitakan AFP, Park menjadi presiden perempuan sekaligus yang terpilih secara demokratis pertama yang harus diberhentikan secara paksa dari jabatannya.

Untuk sementara waktu, kewenangan eksekutif dilimpahkan ke Perdana Menteri Korea Selatan, Hwang Kyo-ahn.

Korsel akan menggelar pemilihan umum dalam waktu 60 hari ke depan untuk mengisi kekosongan kursi presiden.

Dengan keputusan MK ini, Park kehilangan kekebalan eksekutifnya sehingga kini, ia dapat diadili.

Jaksa sebelumnya telah menetapkan Park sebagai kaki tangan Choi Son-sil, kerabat dekatnya, untuk membantu memberi tekanan pada sejumlah konglomerat Korsel demi mengalirkan dana jutaan dolar ke dua yayasan pribadinya.

Choi merupakan pusat dari skandal korupsi ini. Choi sendiri telah ditahan atas dakwaan penyalahgunaan kekuasaan dan memanfaatkan kedekataannya dengan orang nomor satu di negara itu.

Skandal korupsi ini juga menggiring bos Samsung Group, Jay Y Lee, yang merupakan salah satu pendonor terbesar bagi yayasan Choi.

Lee telah ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan penyuapan dan persekongkolan dengan pemerintah dalam merger dua anak perusahaan Samsung pada 2015 lalu. (has)