Pejabat militer yang enggan disebutkan identitasnya menuturkan, hal ini terlihat dari hasil pemantauan ketat yang dilakukan aset pengawasan militer Korsel dan Amerika Serikat pada situs uji coba nuklir Punggye-ri, yang terletak di bagian pesisir timur Korut.
Meski begitu, dia menolak berkomentar apakah pihaknya mendapat tanda-tanda bahwa Pyongyang akan meluncurkan uji coba nuklirnya dalam waktu dekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Badan Energi Atom Internasional PBB (IAEA) Yukiya Amano mengatakan, fasilitas produksi uranium yang dimiliki Korut telah meningkat dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini, lanjutnya, membuat kapabilitas fasilitas nuklir Korut telah menyentuh fase baru yang kian membahayakan.
Dia menyebut, Pyongyang telah lama memperluas fasilitas produksi uranium dan plutonium dalam beberapa tahun terakhir. Korut disebut terus meningkatkan persediaan plutonium mereka dengan mengaktifkan kembali reaktor nuklirnya di daerah Yongbyon.
Sebab, meski dunia internasional termasuk musuh utama Korut yakni AS tengah mempersiapkan langkah tegas dan bahkan sanksi baru bagi Pyongyang, hal ini nampaknya tak akan berpengaruh banyak.
Pada Minggu pekan lalu, Pyongyang menguji mesin roket baru mereka, bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson ke Korsel, China, dan Jepang yang turut membahas krisis nuklir Korut di kawasan.
Awal bulan ini, Korut bahkan menembakkan empat peluru kendali yang tiga di antaranya memasuki zona ekonomi eksklusif Jepang.
Wakil Duta Besar Korut untuk PBB Choe Myong-nam menegaskan negaranya tidak takut akan ancaman perluasan sanksi finansial oleh komunitas internasional, menegaskan bahwa Pyongyang akan terus melakukan percepatan pembangunan program nuklir dan rudalnya sebagai alat pertahanan utama.
Selama setengah abad, Korut telah dihadapkan pada sejumlah sanksi finansial dari PBB dan sejumlah negara lain secara unilateral. Namun, Choe menuturkan, negaranya tetap bisa bertahan dengan ideologi juche atau berdikari yang selama ini mereka jalankan.