Lam dipilih sebagai pemimpin Hong Kong pada Minggu (26/3), di tengah tudingan ikut campur Beijing dalam pemilihan umum yang tidak mau pusat perdagangannya itu dipimpin oleh tokoh lebih populis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diberitakan Reuters, Lam akan secara resmi memimpin Hong Kong 1 Juli ini.
Beberapa bulan ke depan akan jadi waktu yang krusial bagi Leung dan Lam, seiring dengan rencana kunjungan Presiden Xi Jinping untuk merayakan hari jadi Hong Kong ke 20, bertepatan dengan tanggal tersebut. Protes besar diperkirakan akan menyambut kedatangan Xi kelak.
Ketidakpercayaan publik terhadap Lam berakar dari kedekatannya dengan Leung yang sangat pro-Beijing. Pemimpin Hong Kong ini adalah orang yang memerintahkan penembakan gas air mata ke demonstran pro-demokrasi 2014 lalu.
Lam menjabat sebagai salah satu deputi Leung selama lima tahun dan dikenal sebagai administrator yang keras dan kompeten.
Sejumlah oposisi, walau demikian, tetap skeptis dan menyebut Lam mesti mengubah taktik untuk benar-benar bisa mempersatukan Hong Kong.
"Jika Carrie Lam mempertahankan sikapnya selama masa pemilihan, cuek terhadap realitas dan suara publik, maka saya pikir dia tidak akan nyaman di Dewan Legislatif," kata Alvin Yeung, ketua partai pro-demokrasi, Civic, sekaligus anggota dewan terpilih.