Hal itu disampaikan Juru bicara Dewan nasional, Julio Borges, meski pihak militer sejauh ini masih mendukung pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.
"Pasukan bersenjata Venezuela tidak bisa diam saja ketika konstitusi dilanggar," ujarnya sebagaimana dikutip AFP, Jumat (31/3).
Lihat juga:Venezuela 'Kudeta', Dunia Waspada |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah kritik dan dunia internasional mengatakan Venezuela, negara pemasok minyak yang sedang dilanda krisis ekonomi parah, telah berubah menjadi otoriter.
Krisis yang berujung pada kelangkaan makanan, kerusuhan dan kejahatan memicu kekhawatiran akan stabilitas negara yang sudah tiga kali mengalami percobaan kudeta sejak 1992 lalu.
Pemindahan kewenangan legislatif kepada Mahkamah Agung ini membuat oposisi di Dewan Nasional kehilangan hak untuk menjalankan pemerintahan.
Mahkamah Agung selama ini konsisten mendukung presiden sayap kiri ini dalam bergulat melawan oposisi di Dewan.
Selain itu, MA juga melucuti kekebalan parlementer para anggota dewan, Selasa kemarin.