Tentara Diminta Bertindak Hadapi 'Kudeta' Venezuela

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Jumat, 31/03/2017 14:54 WIB
Badan legislatif Venezuela meminta tentara untuk bertindak menghadapi pemindahan kewenangan legislator negara tersebut kepada Mahkamah Agung. Pemerintahan Nicolas Maduro disebut melakukan kudeta internal karena memindahkan kewenangan legislator ke Mahkamah Agung. (REUTERS/Miraflores Palace)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Nasional, badan legislatif Venezuela, meminta tentara untuk bertindak menghadapi pemindahan kewenangan legislator kepada Mahkamah Agung negara tersebut.

Hal itu disampaikan Juru bicara Dewan nasional, Julio Borges, meski pihak militer sejauh ini masih mendukung pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

"Pasukan bersenjata Venezuela tidak bisa diam saja ketika konstitusi dilanggar," ujarnya sebagaimana dikutip AFP, Jumat (31/3).
Mempertegas, dia juga mengatakan tentara turut menderita karena "kekacauan" krisis ekonomi di bawah pemerintah yang disebut oposisi telah melakukan "kudeta internal" ini.


Dengan dukungan publik dari militer dan kendali atas sebagian besar institusi pemerintah, Maduro telah menolak seruan oposisi untuk melaksanakan pemilu lebih cepat.

Sejumlah kritik dan dunia internasional mengatakan Venezuela, negara pemasok minyak yang sedang dilanda krisis ekonomi parah, telah berubah menjadi otoriter.

Krisis yang berujung pada kelangkaan makanan, kerusuhan dan kejahatan memicu kekhawatiran akan stabilitas negara yang sudah tiga kali mengalami percobaan kudeta sejak 1992 lalu.
Selama setahun lebih, pemerintahan Maduro mesti bergulat dengan perlawanan oposisi yang merupakan mayoritas di legislatif.

Pemindahan kewenangan legislatif kepada Mahkamah Agung ini membuat oposisi di Dewan Nasional kehilangan hak untuk menjalankan pemerintahan.

Mahkamah Agung selama ini konsisten mendukung presiden sayap kiri ini dalam bergulat melawan oposisi di Dewan.

Selain itu, MA juga melucuti kekebalan parlementer para anggota dewan, Selasa kemarin.