"Kejadian menyeramkan kemarin menunjukkan bahwa kejahatan perang terjadi di Suriah dan hukum kemanusiaan internasional sangat sering dilanggar," ujar Guterres sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (5/4).
Guterres mengatakan, PBB akan menjalankan tanggung jawabnya terkait kejahatan semacam ini dan ia "yakin Dewan Keamanan PBB akan memenuhi tanggung jawabnya."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Pertahanan Rusia menyebut, insiden kontaminasi gas beracun ini terjadi karena serangan udara Suriah menghantam gudang teroris yang berisi zat kimia berbahaya.
Namun sebelumnya, pemerintahan Bashar al-Assad kerap dituding menggunakan gas beracun selama perang melawan pemberontak di negaranya.
Pada insiden kali ini, belum ada pihak yang berhasil mengidentifikasi kandungan di dalam gas tersebut. Sejumlah sumber medis di lapangan hanya mengatakan, para korban mengalami gejala seperti pingsan, muntah-muntah, hingga mulut berbusa.