"Dewan Direktur telah menerima pengunduran diri Eric Olsen, CEO LafargeHolcim. Eric Olsen akan meninggalkan perusahaan ini pada 15 Juli 2017, dua tahun setelah menjabat," bunyi pernyataan perusahaan yang diakses CNNIndonesia.com di situs resminya, Rabu (26/4).
Penyelidikan internal yang dilakukan secara independen memutuskan pembayaran uang jaminan perlindungan kepada pihak ketiga untuk memastikan operasional pabrik Jalabiya di Suriah Utara tidak sesuai dengan kebijakan perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, Olsen, yang telah memimpin perusahaan sejak merger dua tahun lalu, mengatakan dirinya tidak melakukan kesalahan apapun.
Lihat juga:Terorisme Bayangi Prediksi Pemilu Perancis |
Jaksa Perancis juga menyelidiki aktivitas perusahaan tersebut di Suriah. Dua kelompok pengamat HAM telah membawa permasalahan ini ke ranah hukum di Paris.
Menurut mereka, beberapa pekerjaannya di Suriah diduga terkait kejahatan perang ISIS.
"Sederhananya, kekacauan menyeruak dan ini adalah tugas manajemen setempat untuk memastikan pihak perantara melakukan apa saja yang dibutuhkan untuk mengamankan rantai pasokan dan kebebasan pergerakan para pegawai," kata laporan itu.