Melalui media propaganda mereka, Amaq, ISIS mengatkaan bahwa pelaku bom bunuh diri di kawasan Karrada itu menargetkan "tempat perkumpulan umat Syiah."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Potongan gambar yang tersebar di jejaring sosial menunjukkan dampak besar dari ledakan tersebut. Dalam beberapa foto, terlihat toko es krim Al-Faqma yang berwarna-warni itu berlumuran darah.
Kepala utusan koalisi anti-ISIS pimpinan Amerika Serikat, Brett McGurk, mengecam serangan ini dan menyampaikan solidaritas dengan Irak.
"Teroris ISIS malam ini menargetkan anak-anak dan keluarga di Baghdad yang sedang menikmati waktu bersama di sebuah kedai es krim. Kami bersama dengan Irak melawan iblis ini," tutur McGurk, sebagaimana dikutip AFP.
ISIS memang pernah berupaya untuk menguasai Baghdad ketika baru mendeklarasikan kekhalifahannya pada 2014 lalu. Namun, pasukan Irak yang dibantu AS berhasil memukul mundur ISIS hingga mendirikan basisnya di Mosul.
Namun, ISIS beberapa kali dapat menembus keamanan Baghdad dan melakukan serangan. Salah satu serangan terbesar juga terjadi di Karrada pada tahun lalu, di mana 300 nyawa melayang.