"Langkah-langkah itu tidak tepat dan berdasarkan klaim-klaim dan dugaan yang tidak berdasarkan pada fakta," kata Kementerian Luar Negeri Qatar dalam siaran al-Jazeera yang dikutip Reuters, Senin (5/6).
Negara-negara tersebut memutuskan hubungan dengan Qatar atas alasan dukungan negara tersebut pada terorisme, termasuk ISIS, Al-Qaidah dan Ikhwanul Muslimin yang merupakan gerakan Islam tertua di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qatar menyatakan keputusan itu "tidak mempengaruhi kehidupan sehari-hari warga dan masyarakat."
Langkah terkoordinasi ini memperkeruh permasalahan soal dukungan Qatar terhadap Ikhwanul Muslimin dan membuat Doha dituding mendukung agenda Iran yang merupakan rival utama kawasan.
Namun, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menyebut pemutusan hubungan ini tidak akan berpengaruh banyak pada upaya melawan kelompok teror ISIS.
"Saya rasa ini tidak akan memberikan dampak signifikan, jika memang ada dampaknya, pada peperangan bersama melawan terorisme baik di kawasan maupun secara global," kata Rex di Sydney.