"Kami sudah meminta konten itu ditarik karena dapat menyebabkan kebencian dan dimanfaatkan militan untuk menyulut Kristen agar melawan elemen bersenjata atau memancing kebencian antara Kristen dan Muslim," ujar juru bicara Pasukan Bersenjata Filipina (AFP), Restituto Padilla.
Tak hanya itu, Padilla juga meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan kembali video yang juga memperlihatkan militan merobek foto Paus Fransiskus, menjatuhkan salib, serta menginjak patung Yesus di Katedral Santa Maria tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bentrokan yang sudah menewaskan ratusan orang ini bermula ketika militer Filipina melancarkan operasi penangkapan pemimpin kelompok militan Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon.
Tak lama setelah bentrokan pecah, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, langsung mendeklarasikan darurat militer di Mindanao.