Tentara Korut Langkahi Garis Perbatasan untuk Kabur ke Korsel

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 14/06/2017 12:21 WIB
Tentara Korut Langkahi Garis Perbatasan untuk Kabur ke Korsel Ilustrasi penjagaan di DMZ. (Foto: AFP Photo/Ed Jones)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang tentara Korea Utara melarikan diri ke Korea Selatan dengan berjalan melewati garis pembatas antara kedua negara yang dikenal dengan zona demiliterisasi (DMZ).

Sang tentara, yang belum diketahui identitasnya, mendekati penjaga perbatasan Korsel dan menyatakan ingin membelot.

"Kami sedang mengamankan dan memeriksa dia terkait motifnya [untuk membelot] sebagai bagian dari proses pembelotannya," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Korsel, Rabu (14/6).


Diberitakan The Straits Times, pejabat militer menuturkan, tak ada baku tembak selama upaya pembelotan ini terjadi.

Sejak Korea terbelah menjadi dua dalam beberapa dekade terakhir, banyak warga Korut kabur ke Korsel melalui zona demiliterisasi, yang membentang sepanjang 250 kilometer dari barat hingga timur semenanjung.
Zona demiliterisasi yang menjadi perbatasan Korut-Korsel. Dibangun akibat perjanjian gencatan senjata Perang Korea 1953 silam.Zona demiliterisasi yang menjadi perbatasan Korut-Korsel. Dibangun di bawah perjanjian gencatan senjata Perang Korea 1953 silam. (Reuters/Kim Hong-Ji)
Kasus kaburnya tentara penjaga DMZ ini pun bukan lah yang pertama. Pada September 2016, seorang tentara Korut juga lari dari negaranya ke Korsel melalui jalur ini.

Sekitar Juni 2015, tentara remaja Korut juga nekat melarikan diri keluar perbatasan negaranya melalui zona ini untuk membelot.Insiden terbaru kali ini terjadi di tengah ketegangan di kawasan yang kian panas menyusul ambisi rezim Kim Jong-un untuk membangun program nuklirnya.

Sejak awal tahun ini, Korut terus menjadi sorotan karena telah beberapa kali melakukan uji coba rudal balistiknya, beberapa di antaranya dikabarkan ditembakkan dan jatuh di dekat perairan Jepang.

Sejumlah pengamat bahkan memprediksi Pyongyang tak lama lagi akan melakukan uji coba nuklir lanjutan jika ketegangan tak kunjung diredam.