Penabrak Mobil Polisi di Perancis Awak Gerakan Islam Radikal

Resty Armenia , CNN Indonesia | Selasa, 20/06/2017 03:02 WIB
Penabrak Mobil Polisi di Perancis Awak Gerakan Islam Radikal Seorang jihadis menembak mati aparat kepolisian dua bulan lalu. Kini, seorang anggota gerakan islam radikal menabrak mobil polisi. (Foto: Christian Hartmann)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pria bersenjata yang secara sengaja menyetir dan menabrak mobil polisi di Champs Elysees, Paris, Perancis merupakan salah seorang anggota gerakan islam radikal.

Melansir AFP, seorang sumber yang dekat dengan penyelidik kasus tersebut mengungkapkan bahwa pelaku penabrakan adalah seorang pria berusia 31 tahun yang telah tercatat di daftar pantauan keamanan sejak 2015 karena keanggotaannya dalam gerakan islam radikal.

Pada Senin (19/6) pukul 15.40 waktu setempat, sebuah mobil putih yang dikendarai pria bersenjata terlihat dengan sengaja menabrak mobil polisi hingga muncul kepulan asap dari kendaraannya.
Polisi mencoba untuk memecahkan kaca dan mengeluarkan pelaku dari mobilnya. Mereka juga menembaki dan melempar gas air mata, sebelum akhirnya mendapati bahwa pria tersebut tewas di tempat.

Belum diketahui penyebab matinya pelaku. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.

Dua bulan lalu, seorang jihadis menembak mati polisi di Champ Elysees.
“Sekali lagi, aparat keamanan Perancis telah ditarget dalam sebuah upaya seragan di Champs Elysees,” ujar Menteri Interior Gerard Collomb.

“Ini memperlihatkan sekali lagi bahwa level ancaman di Perancis semakin tinggi,” kata Collomb.

Polisi menemukan sebuah senjata api jenis Kalashnikov, senjata tangan, dan tabung gas di mobil pelaku.

Pasukan keamanan lalu mengidentifikasi senjata yang ada di mobil pelaku dan menginvestigasi terkait rekam jejak pelaku dan melihat motif yang mendorong pelaku menjalankan aksinya.