Pyongyang marah lantaran Seoul baru-baru ini melakukan latihan rudal bersama Amerika Serikat walaupun kegiatan itu sendiri dilakukan untuk menanggapi uji coba rudal terbaru Korut pada dua hari yang lalu.
Mengutip pernyataan Komite Perdamaian Nasional Korut, media corong pemerintah negara paling terisolasi itu, KCNA, menganggap Korsel seharusnya bangga dan "bersuka cita atas capaian" yang dilakukan tetangganya di utara itu.
Lihat juga:AS Siap Gempur Korut, China Keberatan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korut bahkan berjanji akan terus memberi "hadiah" semacam itu bagi AS ke depannya.
Pyongyang juga mengolok-olok Seoul sebagai "boneka gangster militer".
Lihat juga:Dunia di Bawah Ancaman Rudal Korea Utara |
Uji coba pada Selasa kemarin menjadi langkah terbaru dari serangkaian provokasi Korut yang sejak awal tahun ini terus mengkhawatirkan keamanan di kawasan.
Kim Jong-un dilaporkan memimpin langsung peluncuran rudal Hwasong-14 yang diprediksi pengamat bisa mencapai daratan Alaska, AS.
Roket dilaporkan menempuh jarak 933 kilometer dengan waktu penerbangan 39 menit dan mencapai ketinggian 2.802 kilometer, sebelum jatuh di sekitar perairan zona ekonomi eksklusif Jepang.
Lihat juga:Pentagon Akui Kecanggihan Rudal Korea Utara |
Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan uji coba rudal ICBM itu membuat "dunia menjadi tempat yang lebih tidak aman lagi."
Haley menegaskan, Washington siap menggunakan segala cara seperti aksi militer untuk menghadapi ancaman rudal dan nuklir Korut.