Popularitas Menurun, PM Jepang Akan Rombak Kabinet

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 10/07/2017 11:51 WIB
Popularitas Menurun, PM Jepang Akan Rombak Kabinet Shinzo Abe akan merombak kabinet pemerintah dan partainya, menyusul kekalahan Partai Demokratik Liberal (LDP) dalam pemilu majelis Tokyo pada pekan lalu. (REUTERS/Toru Hanai)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan merombak kabinet pemerintahan dan partainya awal Agustus mendatang. Strategi ini dilakukan untuk meningkatkan dukungan rakyat terhadap kepemimpinannya sejak berkuasa 2012 lalu.

"Saya akan merombak kepemimpinan Partai Demokrasi Liberal (LDP) dan anggota kabinet awal bulan depan, yang bertujuan untuk memperbarui anggapan dan perasaan orang-orang," ucap Abe di Stockholm dalam laporan kantor berita Jepang, Jiji, sebagaimana dikutip Reuters, Senin (10/7).

Langkah ini dilakukan Abe menyusul kekalahan bersejarah partainya dalam pemilihan umum parlementer Tokyo pada pekan lalu. Kekalahan tersebut, dianggap sejumlah partai politik baru, menyoroti kerentanan kepemimpinan Abe.


Jajak pendapat pada hari ini pun menunjukkan popularitas Abe tengah berada pada tingkatan terendah sejak ia kembali berkuasa menjadi orang nomor satu di pemerintahan Jepang pada 2012 lalu.
Menurut surat kabar konservatif Yomiuri Shimbun, Abe hanya mampu meraup 36 persen suara yang turun dari jumlah dukungan pada bulan sebelumnya yakni sebesar 49 persen.

Sementara itu, koran liberal Asahi menunjukkan bahwa Abe hanya memiliki 33 persen suara, turun lima persen dari pekan sebelumnya.

Berada di Eropa untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Negara G-20, Abe mengatakan akan mempertahankan pejabat inti dalam perombakan kabinet dan partainya nanti.

Dengan begitu, Abe diperkirakan akan mempertahankan wakilnya, Taro Aso, yang juga menjabat sebagai menteri keuangan. Selain Aso, Abe juga diprediksi akan mempertahankan jabatan Yoshihide Suga sebagai Sekretaris Kabinet dan salah satu petinggi LDP, Toshihiro Nikai.
Abe dikabarkan akan mencopot jabatan Tomomi Inada sebagai menteri pertahanan.

"Stabilitas sangat penting guna memberikan hasil. Struktur inti Kabinet tidak boleh sering diubah," kata Abe.

Baru-baru ini pemerintahan Abe diterjang skandal yang menuding dirinya bertindak pilih kasih terhadap salah satu bisnis teman dekatnya.

Namun, Abe membantah klaim tersebut.

(aal)