ISIS Tumbang di Mosul, Malaysia Siaga Satu

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Selasa, 11/07/2017 10:10 WIB
Malaysia meningkatkan penjagaan di perbatasan guna mengantisipasi militan ISIS yang kabur ke Asia Tenggara, setelah terpuruk di Mosul dan Raqqa. Menhan Malaysia Hishammuddin Tun Hussein menyatakan ASEAN harus mewaspadai masuknya militan ISIS ke kawasan setela kalah dati Irak di Mosul. (AFP PHOTO / Roslan RAHMAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Malaysia meningkatkan kewaspadaan akan militan ISIS yang kabur ke Asia Tenggara, setelah Irak menyatakan kemenangan meraka di Mosul. Sementara di Raqqa, Suriah, ISIS juga semakin terdesak oleh gempuran pasukan koalisi internasional.

Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan laporan intelijen mengindikasikan bahwa militan ISIS yang kabur dari Timur Tengah berniat memindahkan basis operasi mereka ke Asia Tenggara.

Hal tersebut diungkapkan Hishammuddin saat berbicara di pertemuan Partai UMNO di Kuala Lumpur, Senin (10/7).


Dia juga menyatakan bahwa ISIS merupakan musuh nomor satu pemerintah, dan kemenangan pasukan internasional di Aleppo, Mosul dan Raqqa membuat banyak militan kabur ke Asia Tenggara.


“Apa yang terjadi di Timur Tengah punya dampak langsung di sini. Setelah pernyataan kemenangan Irak atas Mosul, pertanyaan selanjutnya adalah kemana mereka [militan ISIS] akan pergi? ini yang harus terus kita pantau,” kata Hishammuddin, seperti dilaporkan Channel News Asia.

Menimbang pentingnya hal ini, Hishammuddin mengatakan dia akan mengunjungi Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain pekan ini, untuk mengumpulkan informasi intelijen terbaru mengenai pergerakan para militan ISIS.

“ISIS telah mengumumkan ingin menjadikan Singapura, Malaysia, Indonesia dan Filipina sebagai basis mereka. Ini telah jadi agenda mereka,” kata Hishammuddin.

“Asia Tenggara akan menjadi fokus mereka. Semua negara ASEAN harus melihat masalah ini dengan serius,” ujar dia, menambahkan.

Sementara itu, guna mengantisipasi masuknya militan ISIS yang kabur dari Timur Tengah, Malaysia telah meningkatkan penjagaan di semua pintu masuk, terutama di pesisir Sabah.


Aset militer tambahan juga telah diturunkan di kawasan-kawasan yang diperkirakan menjadi incaran pintu masuk ISIS, seperti Laut Sulu yang berdekatan dengan Marawi dimana pertempuran melawan militan Maute masih berlangsung.

Kepala Unit Kontraterorisme Malaysia Ayob Khan menyebut terdapat 8 warga negara Malaysia yang kembali dari Suriah dan Irak sejak 2014. Mereka semua telah ditangkap dan direhabilitasi.

Adapun pentolan militan Malaysia, Mahmud Ahmad, diyakini berada di Marawi. Dia dilaporkan memimpin militan Maute setelah pemimpin mereka Isnilon Hapilon dikabarkan tewas.

Hishammuddin menyebut empat warga negara Malaysia terbunuh di Marawi sejak bentrokan pecah pada 23 Mei lalu.

TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK