Menantu Trump Ungkap Hubungannya dengan Rusia

Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 25/07/2017 08:42 WIB
Menantu Trump Ungkap Hubungannya dengan Rusia Jared Kushner menjelaskan detail soal hubungannya dengan Rusia. (Reuters/Jonathan Ernst/File Photo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner, muncul dari balik layar untuk menjelaskan kepada penyelidik Senat bahwa dirinya tidak terlibat dalam upaya Kremlin mencampuri pemilihan umum AS meski telah bertemu dengan orang Rusia empat kali tahun lalu.

"Semua tindakan saya wajar dan terjadi dalam rangkaian peristiwa normal pada kampanye yang sangat unik," kata Kushner kepada wartawan di luar Gedung Putih, Senin waktu setempat (24/7). "Saya tidak berkolusi dengan Rusia dan tidak tahu jika ada anggota tim kampanye yang melakukan itu."

Penasihat senior Gedung Putih berusia 36 tahun itu menemui staf Komite Intelijen Senat secara tertutup selama sekitar dua jam. Dua sumber yang dikutip Reuters menyebut pertemuan itu berjalan akrab.
Dalam pernyataan tertulis setebal 11 halaman yang disampaikan sebelum pertemuan itu, pengusaha properti itu menggambarkan dirinya sebagai orang yang baru berkecimpung di dunia politik ketika ditunjuk sebagai penasihat kampanye Trump 2016 lalu. Surat itu menjadi penjelasan paling lengkap yang pernah ia nyatakan soal hubungannya dengan Rusia.


Suami Ivanka Trump itu jarang berbicara di muka publik sejak mertuanya menjadi calon presiden di pertengahan 2015 lalu. "Saya bukan orang yang suka mencari sorotan," ujarnya dalam surat tersebut.

Diusung Partai Republik, Trump mengalahkan rivalnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, pada 2016 lalu karena menjalankan "kampanye lebih pintar" dan isyarat bahwa ada cara kotor yang ditempuh tim kampanye di luar itu "mempermalukan orang-orang yang memlilihnya," kata Kushner di Gedung Putih. Dia tidak menerima pertanyaan dalam kesempatan itu.

Komite Kongres hanya satu dari sekian pihak yang menyelidiki kesimpulan badan intelijen AS bahwa Rusia, di bawah pemerintahan Vladimir Putin, terlibat dalam peretasan dan kampanye propaganda untuk menguntungkan Trump dalam pemilu.
Rusia menampik tudingan itu dan Trump mengaku tidak pernah berkolusi dengan Moskow.

Konsul khusus Robert Mueller memimpin penyelidikan terpisah terkait persoalan Rusia ini.
Presiden Trump masih terus dirundung permasalah Rusia.Presiden Trump masih terus dirundung permasalah Rusia. (AFP Photo/Olivier Douliery)
Informasi yang terus mengalir di media soal hubungan para pendamping Trump dengan orang-orang Rusia memicu pertanyaan soal kemungkinan kolusi dengan Moskow. Banyak anggota Partai Republik sendiri, terlebih dari Partai Demokrat, memandang negara tersebut sebagai kekuatan yang bisa merugikan kepentingan AS di seluruh dunia.

Trump mengecam penyelidikan yang ia sebut berlatar belakang politik ini melalui Twitter, kemarin.
Kushner awalnya tidak berniat untuk mengungkap pertemuan apapun dengan orang Rusia dalam formulir yang ia isi untuk mendapatkan izin keamanan untuk bekerja di Gedung Putih. Sejak saat itu, formulir itu telah direvisi berkali-kali.

Menurut sejumlah sumber yang mengetahui pertemuan dengan Senat, Kushner mengatakan para pengacara dan stafnya tidak menangani formulir tersebut dengan benar, tapi mereka langsung memberi tahu Biro Investigasi Federal (FBI) ketika berkas itu terkirim dalam keadaan belum lengkap. Melalui pernyataan tertulis, Kushner mengatakan dalam versi tersebut tidak hanya hubungan dengan Rusia yang tidak dijelaskan, tapi juga dengan semua negara asing.

Bertemu dengan Dubes Rusia

Dalam pernyataan tertulis itu, Kushner menyatakan pertama kali bertemu dengan Duta Besar Rusia Sergei Kislyak di Washington, April 2016 dan mereka berjabat tangan.

Menurutnya, dalam pertemuan selanjutnya pada 1 Desember Kislyak bertanya apakah ada jalur komunikasi aman di kantor transisi Trump yang bisa digunakan untuk berdiskusi dengan jenderal Rusia terkait Suriah. Kushner mengatakan jalur komunikasi semacam itu tidak tersedia.
Kushner bertanya apakah ada kanal di Kedutaan Besar Rusia yang bisa digunakan untuk hal tersebut. Namun, Kislyak mengatakan hal itu tidak dimungkinkan dan kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti masalah ini setelah pelantikan.

"Tidak ada kejadian apa-apa lagi. Saya tidak menyarankan 'jalur rahasia'," kata Kushner.
Duta Besar Sergei Kislyak menjadi tokoh kunci dalam kekisruhan Rusia-AS.Duta Besar Sergei Kislyak menjadi tokoh kunci dalam kekisruhan Rusia-AS. (AFP Photo/Brendan Smialowski)
Pada 13 Desember, Kushner bertemu dengan Sergei Gorkov, kepala perusahaan milik pemerintah Rusia, Vnesheconombank, karena didesak oleh Kislyak dan warga Rusia itu mempunyai "hubungan langsung" dengan Putin.

"Dia memperkenalkan saya dan memberi dua hadiah--satu merupakan kesenian dari Nvgorod, desa kelahiran kakek saya di Belarusia, dan satu lagi adalah sekantung tanah dari desa yang sama," kata Kushner.
Kushner mengatakan sama sekali tidak membahas kegiatan bisnisnya maupun sanksi yang dijatuhkan pemerintahan Barack Obama untuk Rusia. Vnesheconombank merupakan salah satu subjek sanksi ekonomi AS sejak 2014 lalu yang dijatuhkan untuk merespons tindakan Rusia mencaplok Krimea dari Ukraina.

Hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia memburuk di bawah pemerintahan Obama dan Trump menyatakan berniat untuk memperbaiki hubungan negaranya dengan Moskow.

(aal)