Korea Utara Lepas Rudal Mengarah ke Jepang

Rahman Indra, CNN Indonesia | Jumat, 28/07/2017 23:51 WIB
Jepang meradang, dan menilai peluncuran rudal yang dilepas Korut mengarah ke negara itu tidak bisa diterima, serta melanggar resolusi PBB. Jepang meradang, dan menilai peluncuran rudal yang dilepas Korut mengarah ke negara itu tidak bisa diterima dan melanggar resolusi PBB. Ilustrasi/Foto: United States Army/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mengatakan Korea Utara melepas, apa yang diyakini sebagai rudal balistik, ke arah laut wilayah Jepang.

Shinzo Abe, seperti dilansir dari The Guardian, pada Jumat (28/7) mengatakan pemerintah sedang menyelidiki lebih jauh akan kabar peluncuran rudal itu, yang ditengarai terjadi sekitar tengah malam Jumat.  Kabar ini kemudian disikapi Abe dengan segera mengadakan rapat penting dengan bagian pertahanan dan keamanan Jepang.

"Saya menerima informasi bahwa Korea Utara sekali lagi melepaskan sebuah rudal," ujarnya. "Kami akan segera menyelidiki lebih jauh informasi ini dan melakukan apa yang bisa kami lakukan untuk melindungi keamanan warga Jepang."


Belum dipastikan rudal jenis apa yang telah diluncurkan Korut. Pada 4 Juli lalu, Korut telah memicu kekhawatiran dunia ketika mereka melakukan uji coba peluncuran rudal balistik kali pertama.


Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga mengatakan rudal itu terbang melintasi sekitar 45 menit dan tampak mendarat di perairan area ekonomi ekslusif Jepang, yang juga disebut Laut Timur oleh Korea Selatan.

Suga menambahkan peluncuran rudal itu tidak dapat diterima dan melanggar resolusi PBB, dan mengatakan Jepang telah menyampaikan protesnya setegas mungkin.

Terkait kabar ini, radio Jepang, NHK juga mengungkapkan petugas telah memberi peringatan keamanan bagi moda transportasi kapal dan penerbangan.

Juru bicara Pentagon Letnan Kolonel Christopher Logan mengkonfirmasi bahwa AS mendeteksi adanya peluncuran rudal balistik dari Korea Utara. 

"Kami baru-baru ini mengakses semua data dan kami akan memberikan informasinya segera," tambah dia.


Awal pekan ini, pemerintah AS mengatakan mereka juga telah mendeteksi adanya persiapan untuk peluncuran rudal baru, yang mereka pikir merupakan rudal jarak menengah atau ICBM, yang juga disebut KN-20 atau Hwasong-14.

Kepala negara Korut, Kim Jong Un, yang secara personal mengawasi peluncuran perdana misil pada 4 Juli lalu menggambarkan itu sebagai hadiah untuk 'Amerika bangsat'.

Militer AS telah memperkirakan akan adanya rudal yang diluncurkan pada Kamis, yang bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-64 tahun penandatangan kesepakatan angkatan bersenjata Korut.

Uji coba rudal ini meningkatkan ketegangan di kawasan sekitarnya, membuat AS, Jepang dan Korea Selatan berhadapan dengan China, sekutu Korut.

Setelah uji coba, AS memberikan dorongan pada PBB agar lebih tegas akan sikap Korut.

Secara keseluruhan, PBB pernah memberikan setidaknya enam sanksi pada Korut sejak uji coba rudal pertama mereka pada 2006. Dua resolusi yang diadopsi tahun lalu secar signifikan mempertegas sanksi yang diberikan.