Korut Terus Uji Coba Nuklir, Trump Marah ke China
Patricia Diah Ayu Saraswati & CNN | CNN Indonesia
Minggu, 30 Jul 2017 21:05 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump marah kepada China karena membiarkan Korea Utara terus menguji coba rudal nuklirnya. Pernyataan ini dikeluarkan Trump sehari setelah Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik yang diklaim bisa sampai ke seluruh wilayah AS.
"Saya sangat kecewa kepada China,” kata Trump Dilansir dari CNN.
Menurutnya, China seharusnya bisa dengan mudah mencegah Korut terus menguji coba senjata nuklir jarak jauhnya. Tapi China dinilai Trump hanya bisa diam saja meliihat apa yang dilakukan Korut pada Amerika.
Padahal dari kerja sama perdagangan dengan AS selama ini, China menurutnya bisa meraup ratusan miliar dolar.
“Mereka tidak melakukan apapun untuk kita dengan Korea Utara, hanya berbicara. Kami tidak akan membiarkan ini terus berlanjut. China dapat dengan mudah mengatasi masalah ini," katanya.
Tes rudal yang dilakukan oleh Korea Utara pada hari Jumat (28/7) bertujuan untuk menunjukkan kisaran jangkauan maksimun rudal Hwasong-14 dengan hulu ledak nuklir berat berukuran besar, kata pernyataan dari Kantor Berita Pusat Korea Pyongyang (KCNA).
Dalam pernyataan itu juga disebutkan bahwa Washinton harus menganggap peluncuran rudal tersebut sebagai peringatan serius.
Dikutip dari KCNA, Pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong Un menyebut saat ini seluruh daratan Amerika Serikat berada dalam jangkauan rudal mereka.
Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan akan "merespons dengan tindakan tegas" jika AS terus mengajukan sanksi terhadap mereka. (sur)
"Saya sangat kecewa kepada China,” kata Trump Dilansir dari CNN.
Menurutnya, China seharusnya bisa dengan mudah mencegah Korut terus menguji coba senjata nuklir jarak jauhnya. Tapi China dinilai Trump hanya bisa diam saja meliihat apa yang dilakukan Korut pada Amerika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tes rudal yang dilakukan oleh Korea Utara pada hari Jumat (28/7) bertujuan untuk menunjukkan kisaran jangkauan maksimun rudal Hwasong-14 dengan hulu ledak nuklir berat berukuran besar, kata pernyataan dari Kantor Berita Pusat Korea Pyongyang (KCNA).
Dalam pernyataan itu juga disebutkan bahwa Washinton harus menganggap peluncuran rudal tersebut sebagai peringatan serius.
Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan akan "merespons dengan tindakan tegas" jika AS terus mengajukan sanksi terhadap mereka. (sur)