Pakar yang Hentikan WannaCry Ditangkap karena Kasus Peretasan

Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 04/08/2017 08:28 WIB
Pakar yang Hentikan WannaCry Ditangkap karena Kasus Peretasan Ilustrasi peretas. (Reuters/Kacper Pempel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah dokumen pengadilan menunjukkan bahwa Marcus Hutchins, pakar keamanan siber yang dianggap membantu menetralisir serangan ransomware WannaCry belum lama ini, ditangkap FBI karena kasus peretasan yang berbeda.

Peneliti malware berusia 23 tahun yang berbasis di Inggris itu ditangkap FBI di Las Vegas pada Rabu, kata juru bicara Kementerian Kehakiman AS. Dia berada di antara puluhan ribu peretas yang berkumpil di kota tersebut untuk menghadiri konvensi Black Hat dan Def Con.

Berkas dakwaan yang diajukan di Pengadilan Distrik AS di Wisconsin menuding pria yang dikenal dengan nama lain "MalwareTech" itu telah mengiklankan, menyebarkan dan mengambil keuntungan dari kode malware "Kronos" yang mencuri data perbankan daring dan kartu kredit. Hutchins diduga terlibat dalam kejahatan itu pada Juli 2014 dan Juli 2015.


Menghadapi enam tuntutan tekait Kronos, Hutchins didakwa bersama seorang rekan disebutkan namanya. Namun, kasus ini tidak terungkap hingga akhirnya ia ditangkap.

Hutchins dihadapkan pada hakim Nancy Koppe di Las Vegas, Kamis. Dan Coe, seorang pengacara federal, mengatakan Hutchins "bekerja sama dengan pemerintah sebelum dijatuhkan tuntutan."

Sidang tersebut dijadwalkan untuk berlanjut Jumat sore untuk menentukan apakah ia akan diwakilkan oleh penasihat hukum swasta atau pengacara pemerintah federal.

Diberitakan Reuters, Hutchins tidak menunjukkan emosi berarti sementara Koppe membacakan tuntutan terhadapnya.

Malware Kronos

Perangkat lunak jahat Kronos yang diunduh dari sematan surat elektronok membuat sistem komputer korban mudah ditembus pencuri data perbankan dan kartu kredit. Dengan demikian, para pelaku kejahatan bisa menggunakannya untuk menyedot uang dari rekening-rekening bank.

Menurut surat dakwaan, rekan Hutchins yang turut disidang itu mengiklankan malware Kronos di AlphaBay, pasar gelap internet yang telah ditutup otoritas pada bulan lalu. Penyidik menyatakan situs itu memungkinkan pengguna anonim untuk memfasilitasi perdagangan global narkotik, senjata api, perangkat peretasan dan barang-barang ilegal lain.

Kementerian Kehakiman menyebut Kronos digunakan untuk mencuri data perbankan di Kanada, Jerman, Polandia, Perancis, Inggris dan negara-negara lain.