Diancam Korut, Jepang Minta Kepastian Payung Nuklir AS

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 15/08/2017 12:03 WIB
Diancam Korut, Jepang Minta Kepastian Payung Nuklir AS Menhan Jepang Itsunori Onodera akan bertemu dengan Menhan James Mattis di AS untuk mendiskusikan strategi membendung ancaman rudal Korut. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jepang akan meminta penegasan Amerika Serikat terkait komitmen pertahanan dan keamanannya bagi Tokyo yang kini terancam oleh rudal Korea Utara yang semakin mengkhawatirkan.

Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera bersama Menlu Taro Kono akan bertolak ke Amerika Serikat pada pekan ini untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Menhan James Mattis dan Menlu Rex Tillerson.

Pertemuan menteri ini akan berpusat pada diskusi tentang situasi keamanan di Asia Timur yang kian memanas, terutama setelah Korut mengancam akan menyerang Guam, salah satu wilayah AS di Pasifik, dengan rudalnya.


"Lingkungan strategis di kawasan semakin kejam dan kami perlu mendiskusikan bagaimana menanggapi hal tersebut. Kami ingin penegasan AS dan komitmen pertahanannya, termasuk payung nuklir Amerika, bagi Jepang," tutur seorang pejabat Kemlu Jepang di Tokyo, Selasa (15/8).
Jepang khawatir keamanan negaranya akan terancam jika Korut benar-benar melaksanakan rencana serangan ke Guam yang dikemukakan sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa sebelum mencapai Guam, rudal Pyongyang akan melewati wilayah udara Jepang.

Tokyo khawatir negaranya bisa terkena hulu ledak dan reruntuhan bom tersebut jika serangan itu benar-benar terjadi sehingga meminta kepastian perlindungan AS dari ancaman rudal dan nuklir Korut.
Korea Utara terus menjalankan uji coba rudal termasuk rudal balistik antara benua ini. Korea Utara terus menjalankan uji coba rudal termasuk rudal balistik antara benua ini. (KCNA/via REUTERS)
Kantor berita Reuters melaporkan bahwa Tokyo dan Washington memiliki perjanjian aliansi pertahanan yang disepakati sejak 1960 lalu.

Dalam pakta tersebut, AS berjanji akan membela dan menjamin pertahanan serta keamanan Jepang jika Negeri Matahari Terbit itu terancam.

Kesepakatan ini pun membuat Jepang berada di bawah payung nuklir AS, yang berarti Washington bisa menggunakan bom atom untuk melawan pihak yang menyerang Tokyo, termasuk Korut. (stu)