Polisi Buru Sopir Van Penabrak Kerumunan Orang di Barcelona

S. Yugo Hindarto, CNN Indonesia | Jumat, 18/08/2017 06:01 WIB
Polisi menangkap dua orang terduga teroris di dua kota Alcanar dan Ripoll, tapi keduanya bukanlah sopir van yang menabrak kerumunan orang di Las Ramblas. Polisi memburu sopir van yang menabrak kerumunan orang di Las Ramblas. (REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi terus memburu sopir van yang menabrak kerumunan orang di kawasan Las Ramblas, Barcelona. Polisi baru menangkap dua orang yang diduga terlibat aksi teror yang menewaskan 13 orang tersebut.

Mengutip AFP, Kamis (17/8) petugas kepolisian Catalonia, Josep Lluis Trapero mengatakan, dua orang yang ditangkap bukanlah sopir van.

Kata dia, sopir van tersebut masih dalam pengejaran polisi.
Trapero merinci dua orang pria terduga pelaku teror yang ditangkap. Seorang berkewarganegaraan Spanyol, dan seorang lainnya berkewarganegaraan Maroko. Keduanya saat ini masih menjalani pemeriksaan.


Pria berkewarganegaraan Maroko bernama Driss Oukabir. Kata Trapero, Oukabir ditahan di Ripoll, wilayah sebelah utara Catalonia. Sedangkan, pria berkewarganegaraan Spanyol ditangkap di Alcanar, sekitar 200 kilometer dari ibukota Catalonia, Barcelona.

Beberapa jam sebelum aksi teror menabrak kerumunan, terjadi ledakan di sebuah rumah di Alcanar. Satu orang meninggal dalam insiden ledakan di rumah itu.

Menurut Trapero, ledakan di Alcanar tersebut diduga terkait dengan aksi teror di Las Ramblas. Para pelaku teror, menurutnya, telah menyiapkan alat peledak untuk aksinya.

Polisi Terluka

Sementara itu, seperti dikutip Reuters, seorang polisi dilaporkan terluka setelah ditabrak sebuah mobil saat melakukan razia di sebuah pos pemeriksaan di wilayah Barcelona.

Pengemudi mobil itu ditembak mati polisi. Belum diketahui apakah pria tersebut terkait dengan teror Las Ramblas atau tidak.

Kejadian itu bermula ketika polisi memeriksa sejumlah kendaraan yang dicurigai akan melakukan teror. Pemeriksaan dilakukan di sejumlah titik di perbatasan Barcelona

Mobil tersebut menolak untuk berhenti saat dihentikan, dan justru menabrak polisi. Polisi akhirnya melepaskan tembakan ke arah pengemudi itu.

Polisi Catalonia belum memastikan jumlah pelaku yang terlibat dalam aksi teror di Barcelona, karena masih terus menyelidikinya.
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK