Kim Jong-un Perintahkan Perbanyak Rudal Korut
CNN Indonesia
Rabu, 23 Agu 2017 15:40 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utara mengungkap rencana pengembangan program rudal terbarunya, setelah pemimpin tertinggi negara, Kim Jong-un, memerintahkan peningkatan produksi mesin roket dan hulu ledak rudal balistik antarbenua (ICBM).
Pada Rabu (23/8), media pemerintah Korut, KCNA, merilis sejumlah gambar yang menunjukkan Kim tengah mengunjungi Institut Materi Kimia di Akademi Ilmu Pertahanan Korut.
KCNA menyebut Kim membanggakan lembaga yang dianggapnya sebagai pahlawan negara itu. Sebab, selama ini Akademi Ilmu Pertahanan Korut menjadi ujung tombak pengembangan rudal Korut.
"Dia menginstruksikan institut tersebut memproduksi lebih banyak mesin roket bahan bakar padat dan hulu ledaknya," bunyi laporan KCNA seperti dikutip AFP.
Dengan setelan hitamnya, Jong-un terlihat berdiri di samping tabung cokelat besar yang disebut pengamat dari Institut Middlebury Amerika Serikat, Joshua Pollack, sebagai "silinder lilitan serat, tampaknya roket berdiameter besar yang sedang dibuat."
Foto-foto lain yang dirilis oleh surat kabar Korut, Rodong Sinmun, juga menunjukkan bahwa instrumen tersebut termasuk dalam skema pengembangan rudal yang sedang memasuki tahap proses produksi.
Laporan itu pun dianggap sejumlah pengamat bersifat faktual, benar-benar menunjukkan ambisi dan kemajuan teknologi senjata Korut yang semakin pesat.
"Melalui laporan ini, Korut menggembar-gemborkan kemajuannya untuk memproduksi mesin rudal Hwasong-14 dan kesiapan mereka meluncurkan rudal kapal selam dengan kaliber yang lebih besar, Pukguksong-3," ucap Lee Chun-Geun dari Institut Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea Selatan.
Jong-un mengambil alih kepemimpinan sang ayah yang meninggal pada 2011 lalu. Sejak itu, ia terus mempercepat pengembangan senjata nuklir dan rudal negaranya meski terus dijatuhi sanksi berat oleh masyarakat internasional.
Hingga kini, PBB telah melayangkan tujuh rangkaian sanksi pada Pyongyang. Namun, tampaknya isolasi ekonomi tersebut belum cukup membungkam ancaman nuklir dan rudal negara tersebut.
Juli lalu, Korut masih meluncurkan uji coba ICBM terbaru yang dianggap sejumlah pengamat bisa menjangkau wilayah AS seperti Alaska, Chicago, hingga Los Angeles.
Dua pekan lalu, Korut bahkan mengungkapkan rencannya rudal ke Guam, salah satu wilayah AS di Pasifik, di tengah silih ancam perang antara kedua negara.
Pada Rabu (23/8), media pemerintah Korut, KCNA, merilis sejumlah gambar yang menunjukkan Kim tengah mengunjungi Institut Materi Kimia di Akademi Ilmu Pertahanan Korut.
KCNA menyebut Kim membanggakan lembaga yang dianggapnya sebagai pahlawan negara itu. Sebab, selama ini Akademi Ilmu Pertahanan Korut menjadi ujung tombak pengembangan rudal Korut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan setelan hitamnya, Jong-un terlihat berdiri di samping tabung cokelat besar yang disebut pengamat dari Institut Middlebury Amerika Serikat, Joshua Pollack, sebagai "silinder lilitan serat, tampaknya roket berdiameter besar yang sedang dibuat."
Foto-foto lain yang dirilis oleh surat kabar Korut, Rodong Sinmun, juga menunjukkan bahwa instrumen tersebut termasuk dalam skema pengembangan rudal yang sedang memasuki tahap proses produksi.
Laporan itu pun dianggap sejumlah pengamat bersifat faktual, benar-benar menunjukkan ambisi dan kemajuan teknologi senjata Korut yang semakin pesat.
Lihat juga:Menlu AS Sebut Korut Menunjukkan Sikap Baik |
Jong-un mengambil alih kepemimpinan sang ayah yang meninggal pada 2011 lalu. Sejak itu, ia terus mempercepat pengembangan senjata nuklir dan rudal negaranya meski terus dijatuhi sanksi berat oleh masyarakat internasional.
Hingga kini, PBB telah melayangkan tujuh rangkaian sanksi pada Pyongyang. Namun, tampaknya isolasi ekonomi tersebut belum cukup membungkam ancaman nuklir dan rudal negara tersebut.
Juli lalu, Korut masih meluncurkan uji coba ICBM terbaru yang dianggap sejumlah pengamat bisa menjangkau wilayah AS seperti Alaska, Chicago, hingga Los Angeles.
Lihat juga:Korut-Suriah Diduga Kerja Sama Senjata Kimia |