Perancis Tak Puas Tiga Bulan Kepemimpinan Macron

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Minggu, 27/08/2017 07:27 WIB
Perancis Tak Puas Tiga Bulan Kepemimpinan Macron Jajak pendapat melansir, Macron mencatatkan sejumlah kemunduran sejak terpilih, seperti pemotongan anggaran bantuan perumahan. (AFP PHOTO/Benjamin Cremel).
Jakarta, CNN Indonesia -- Hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Ifop untuk surat kabar Le Journal du Dimanche meyebutkan, sebagian besar pemilih Perancis tak puas dengan kinerja Presiden Emmanuel Macron. Popularitas presiden berusia 39 tahun ini melorot kurang dari empat bulan menjabat.

Mengutip Reuters, Minggu (27/8), dalam jajak pendapat itu, tingkat ketidakpuasan terhadap Macron mencapai 57 persen. Sekitar 40 persen menyatakan puas dengan kepemimpinan sentris, namun turun dibandingkan Juli lalu.

Macron yang sedang melakukan rangkaian kunjungan resmi ke negara-negara Eropa disebut-sebut mencatatkan sejumlah kemunduran sejak terpilih. Antara lain, perdebatan keras di parlemen mengenai reformasi ketenagakerjaan, kebuntuan dengan militer dan pemotongan bantuan perumahan.


Jajak pendapat Ifop juga melansir penurunan kumulatif dalam peringkat popularitas Macron lebih besar ketimbang presiden sebelumnya, Francois Hollande, pada periode yang sama dalam masa jabatannya.

Jajak pendapat itu juga menunjukkan penurunan popularitas untuk Perdana Menteri Edouard Philippe, dengan 47 persen menyatakan kepuasan atau turun 9 poin dari bulan lalu.

Biaya Tinggi untuk Berdandan

CNN melansir Macron juga mendapatkan sorotan karena menghabiskan uang negara sekitar US$30 ribu untuk berdandan dan tetap terlihat awet muda. Pendiri Partai Republik Bergerak tersebut diketahui menyewa jasa seorang penata rias pribadi.

Staf Istana Kepresidenan Prancis mengaku bahwa penata rias dipanggil karena situasi darurat. “Jumlah itu sudah mencakup berbagai layanan, termasuk konferensi pers, dan perjalanan luar negeri. Jumlah itu akan mengecil di masa yang akan datang,” ujarnya.

Perwakilan Macron itu menambahkan, biaya yang dihabiskan presiden untuk berdandan tak seberapa dibandingkan pendahulunya, Hollande, yang menghabiskan sekitar Rp470 juta, ditambah dengan biaya perawatan rambut.