Dia menyebut rudal yang sama pernah ditembakkan pada Mei lalu. Selain itu, rudal itu juga digunakan untuk mengancam Guam, wilayah Amerika Serikat di kawasan Pasifik.
"Rudal itu mencapai ketinggian 550 kilometer," kata Menhan Itsunori Onodera kepada wartawan, sebagaimana dikutip Reuters pada Selasa (29/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Mei lalu, Korea Utara menembakkan rudal balistik strategis baru dengan lintasan tinggi ke arah Jepang hingga mencapai ketinggian 2.111,5 kilometer. Jika ditembakkan dengan lintasan biasa, rudal bernama Hwasong-12 itu bisa terbang sejauh 4.000 kilometer.
Setelah itu, Pyongyang kemudian menyatakan berencana untuk menembakkan rudal yang sama ke perairan dekat Guam.
"Komando Pertahanan Amerika Utara (NORAD) menyimpulkan peluncuran rudal dari Korea Utara tidak mengancam Amerika Utara," kata juru bicara Pentagon, Kolonel Robert Manning kepada wartawan.
Manning dan pemerintah Korea Selatan menyatakan militer AS masih mengumpulkan dan menganalisis informasi lebih jauh.