Juru bicara kantor kepresidenan Korsel, Yoon Young-chan, mengatakan latihan militer ini dilakukan sebagai upaya menunjukkan kemampuan militer Korsel untuk menaklukkan Korut seandainya negara terisolasi itu menyerang Seoul.
Menurut laporan Yonhap yang dikutip Reuters, Yoon mengatakan latihan militer itu akan melibatkan sejumlah pesawat pengebom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, pejabat tinggi militer Korsel dan Amerika Serikat juga dikabarkan sepakat untuk mengambil langkah tegas menanggapi peluncuran rudal Korut pagi ini.
Kedua belah pihak bahkan tak menutup kemungkinan akan mengambil langkah militer yang belum ditentukan guna menanggapi provokasi Pyongyang yang kian mengkhawatirkan.
Kantor kepala staf gabungan militer di Seoul tidak menjelaskan lebih rinci mengenai rencana tersebut.
Namun, seorang pejabat Gedung Biru mengatakan AS sudah mempertimbangkan untuk mengerahkan kapabilitas pertahanan strategis di Korsel. Hanya saja, ia tak menjelaskan lebih rinci instrumen militer apa yang akan ditempatkan di Negeri Ginseng.
Uji coba rudal hari ini pun menjadi peluncuran ke-14 Korut sejak awal 2017 dan kesembilan kali sejak Presiden Moon menjabat pada Mei lalu.