Banyak Pengungsi Rohingya Derita Pneumonia

Agustiyanti, CNN Indonesia | Selasa, 19/09/2017 23:35 WIB
Banyak Pengungsi Rohingya Derita Pneumonia Berdasarkan data organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT), pengungsi Rohingya juga banyak menderita penyakit lainnya, seperti demam, diare, serta luka-luka. (AFP PHOTO / K M ASAD)
Jakarta, CNN Indonesia -- Relawan organisasi kemanusiaan global Aksi Cepat Tanggap (ACT) mencatat sejumlah pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh cenderung menderita penyakit pneumonia.

"Kami mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis di dua tempat berpindah-pindah melihat situasi dan kondisi. Lokasi poskonya di Waikong Union dan Shamlapur Union, Bangali Bay," kata Ketua Tim SOS ACT untuk Rohingya Rahadiansyah, dikutip dari Antara, Selasa (19/9).

Ia menjelaskan, data yang didapat oleh tim kesehatan ACT menemukan sebanyak 30 persen pengungsi di Waikong Union menderita pneumonia. Per harinya, ACT memberikan pemeriksaan kesehatan kepada 500 orang pengungsi.


Sementara itu, tim kesehatan di Shamlapur Union, Bangali Bay menemukan 60 persen kasus pneumonia diderita pengungsi.

Selain itu, masalah kesehatan kedua yang banyak diderita pengungsi Rohingya adalah demam dengan presentasi sebesar 35 persen di Waikong Union dan 50 persen di Shamlapur Union. Beberapa pasien di Shamlapur Union juga mengalami penyakit pneumonia yang disertai demam.

ACT mencatat terdapat 125 pengungsi mengalami luka di Waikong Union, sementara di Shamlapur Union sebanyak 10 orang terluka karena berbagai sebab.

"Selain itu ada juga yang terkena diare karena bakteri dari air kotor," tambah Rahadiansyah menjelaskan data kesehatan.

Dia menjelaskan, posko kesehatan menyediakan empat orang dokter dan dua perawat yang beroperasi di masing-masing lokasi per dua hari.

Adapun, pendirian tenda bantuan dari Indonesia, keterangan dari pemerintah daerah Cox's Bazar akan didirikan pada Rabu (20/9).

"Katanya baru besok mau dipasang. Pihak BNPB dan KBRI juga berkoordinasi dengan District Comissioner Cox's Bazar," jelas Rahadiansyah.

Sementara itu, Komandan Satgas Civic Mission TNI AU Marsma TNI Nanang Santoso dalam pengiriman bantuan kemanusiaan untuk Rohingya, mengatakan, pemerintah Indonesia juga akan mengirimkan bantuan melalui pemerintah Myanmar.

Pesawat C130 Hercules TNI AU yang terbang dari Lanud Halim Perdanakusuma,Jakarta pada Rabu (20/9) akan singgah di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh sebelum menuju Yangoon, Myanmar.

"Dua pesawat akan diberangkatkan rencananya dari Bandara Sultan Iskandar Muda ke Yangoon pada Kamis (21/9)," jelas Nanang kepada Antara dalam pesan singkatnya.

TNI AU menyiagakan total empat pesawat untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dari Indonesia ke Bangladesh maupun Myanmar.

Pemerintah Indonesia hingga pada Selasa telah mengirimkan total bantuan kemanusiaan seberat 78 ton yang tediri atas bahan pangan, tenda, perlengkapan kebutuhan keluarga hingga generator listrik. (agi/agi)