Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho menyampaikan pernyataan itu dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa ke-72 di New York, akhir pekan ini, untuk merespons Trump yang sempat mengancam akan menghancurkan Korea Utara.
Menurut Ri Yong-ho, ancaman tersebut semakin meningkatkan peluang terjadinya konfrontasi militer dan membuat rudal-rudal negaranya semakin mengarah ke seluruh daratan AS.
Lihat juga:Saat Kim Jong-un Ajari Trump Memilih Kata |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak ada seorang pun selain Trump sendiri yang sedang melaksanakan misi bunuh diri," kata Ri seperti dilansir AFP.
Ancaman Korea Utara termasuk salah satu isu utama dalam Sidang Umum PBB tahun ini yang dihadiri para pemimpin dunia.
Dalam beberapa pekan terakhir, Korea Utara memang rutin meluncurkan uji coba nuklir. Sedikitnya enam rudal antar benua diledakkan dalam uji coba tersebut.
Korea Utara menyatakan langkah itu diambil untuk mempertahankan diri dari sikap permusuhan yang diperlihatkan Amerika Serikat dan sekutunya.
Amerika Serikat aktif menggalang dukungan untuk penerapan sanksi lebih berat yang telah dikeluarkan PBB pada 11 September lalu. Selain itu, AS juga melakukan langkah unilateral di dalam negeri dengan memberi sanksi perusahaan yang berhubungan bisnis dengan Korea Utara.
Ia juga mengatakan bahwa uji coba nuklir negaranya sebagai upaya menangkal perang dan mengklaim Korea Utara sebagai negara nuklir yang bertanggung jawab.
"Korea Utara akan mengambil langkah pencegahan jika Amerika Serikat dan sekutunya melakukan operasi di wilayah kami atau melakukan serangan militer pada kami," kata Ri.
Ri melanjutkan, sanksi internasional tak akan berhasil memaksa negaranya mengubah kebijakan.
Pentagon menyebut misi tersebut sebagai demonstrasi atas sikap AS sekaligus sebagai pesan nyata bahwa AS memiliki banyak opsi militer untuk menghancurkan setiap ancaman.
[Gambas:Video CNN]