Kapal China Dekati Kepulauan Sengketa dengan Jepang

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 25/09/2017 18:09 WIB
Kapal China Dekati Kepulauan Sengketa dengan Jepang Pulau sengketa antara China dan Jepang di Laut China Timur. (Dok. commons.wikimedia.org/Al Jazeera English)
Jakarta, CNN Indonesia -- Empat kapal patroli laut China dilaporkan berlayar di dekat kepulauan di Laut China Timur yang selama ini menjadi sengketa dengan Jepang. China menyebut kepulauan itu Diaoyu, sementara Jepang menamainya Diaoyu.

Petugas penjaga pantai Jepang melaporkan keempat kapal itu memasuki perairan tersebut sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat dan bergerak ke arah barat daya. Otoritas Jepang mengatakan insiden itu merupakan yang kedua kalinya terjadi sejak Kamis lalu.

Sementara itu, melalui sebuah pernyataan, Badan Kelautan China mengatakan kapal penjaga pantai itu hanya "berpatroli di perairan China di kepulauan Diaoyu."
Tokyo sudah berulang kali melontarkan keluhan kepada Beijing yang dianggap meningkatkan ketegangan di kawasan dengan membiarkan kapal patrolinya berlayar di sekitar kepulauan itu.


Diberitakan AFP, sengketa pulau dengan sumber daya mineral melimpah ini menjadi salah satu ganjalan dalam hubungan kedua negara yang terbilang kompleks.

Meski sempat mencair dalam beberapa tahun terakhir, ketegangan masih mewarnai relasi kedua negara, khususnya ketika bersentuhan dengan persaingan regional dan kenangan pahit masa kolonialisme Jepang di Negeri Tirai bambu.
Selain Jepang, China juga terlibat sengketa wilayah di Laut China Selatan dengan sejumlah negara lain.

Bejing mengklaim 90 persen wilayah Laut China Selatan yang tumpang tindih dengan sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Brunei.

Walaupun Pengadilan Arbitrase Permanen (PCA) telah mematahkan klaim China tersebut pada Juli 2016, pemerintahan Presiden Xi Jinping berkeras menganggap wilayah itu sebagai bagian dari kedaulatannya.