Meningkatkan upaya untuk mengisolasi wilayah Kurdistan di utara Irak, pemerintah Baghdad juga meminta negara-negara asing menutup perwakilannya di Erbil. Warga setempat dengan mutlak memutuskan untuk memerdekakan diri dan membuat marah negara-negara sekitarnya.
Diberitakan Reuters, hasil akhir referendum yang diungkap semalam, Rabu (27/9), menunjukkan nyaris 93 persen warga memilih untuk merdeka dan 7,3 persen menentang. Lebih dari 3,3 juta orang, atau 72 persen warga yang berhak memilih, memberikan suaranya pada Senin lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran dan Turki juga menentang gerakan apapun menuju pemisahan Kurdistan dan pasukannya sudah memulai latihan bersama di dekat perbatasan dengan wilayah tersebut. Irak dan Turki juga menggelar latihan bersama.
Sejumlah maskapai asing mulai menunda penerbangan ke bandara-bandara Kurdi setelah Otoritas Penerbangan Sipil Irak menyatakan penerbangan internasional ke Erbil dan Sulaimaniya mesti dihentikan sementara.
Pada Rabu malam, Rudaw TV melaporkan bahwa Pemerintah Regional Kurdistan telah menawarkan untuk menggelar pembicaraan dengan Baghdad soal kemungkinan menerima pengamat Irak di bandara Erbil dan Sulaimaniya demi menyelesaikan krisis.
Turki, yang telah mengancam untuk menjatuhkan sanksi bagi masyarakat Kurdi, menyatakan perbatasannya dengan wilayah utara Irak tetap terbuka. Namun hal itu bisa berubah dan jumlah truk yang melintas terpantau berkurang.