Koneksi internet ini pertama kali dilaporkan oleh 38 North, proyek kerja sama antara institusi Amerika Serikat dan Korea Selatan di Sekolah Johns Hopkins di Sutid Internasional Lanjutan (SAIS).
Laporan ini kemudian didukung oleh temuan Dyn Research, kelompok yang memantau arus internet internasional. Badan itu mengklaim sudah melihat adanya jaringan internet baru dari TransTelecom di Korut sejak Minggu (1/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana dilansir Reuters, TransTelecom memang sudah menyalurkan internet ke Korut sejak 2009. Sejak saat itu pula, TransTelecom menjadi penyedia 60 persen koneksi internet di Korut.
Akses internet di Korut sendiri masih sangat terbatas, diperkirakan hanya bisa mencapai beberapa ratus hingga 1.000 koneksi.
Kepala petugas teknologi kawasan Asia Pasifik dari FireEye, Bryce Boland, mengatakan bahwa koneksi ini sangat vital bagi Korut untuk mengoordinasikan serangan maya.
Menurut Boland, jaringan baru dari Rusia ini akan memperkuat kemampuan Korut untuk mengatur serangan siber di masa depan.