Perusahaan Rusia Buka Jaringan Internet Baru untuk Korut

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 03/10/2017 23:33 WIB
Perusahaan Rusia Buka Jaringan Internet Baru untuk Korut Ilustrasi. (Reuters/Kacper Pempel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan telekomunikasi Rusia, TransTelecom, dilaporkan membuka jaringan internet baru untuk Korea Utara yang selama ini kerap dituding melakukan serangan siber.

Koneksi internet ini pertama kali dilaporkan oleh 38 North, proyek kerja sama antara institusi Amerika Serikat dan Korea Selatan di Sekolah Johns Hopkins di Sutid Internasional Lanjutan (SAIS).

Laporan ini kemudian didukung oleh temuan Dyn Research, kelompok yang memantau arus internet internasional. Badan itu mengklaim sudah melihat adanya jaringan internet baru dari TransTelecom di Korut sejak Minggu (1/10).
Namun, TransTeleCom sendiri menampik penyediaan jaringan internet baru bagi pemerintah mau pun perusahaan komunikasi di Korut.


"TransTeleCom hanya memiliki satu hubungan jaringan dengan Korea Utara di bawah perjanjian dengan Korea Posts dan Telecommunications Corp yang ditandatangani pada 2009," demikian pernyataan perusahaan tersebut.

Sebagaimana dilansir Reuters, TransTelecom memang sudah menyalurkan internet ke Korut sejak 2009. Sejak saat itu pula, TransTelecom menjadi penyedia 60 persen koneksi internet di Korut.
Sementara itu, 40 persen jaringan internet di Korut berasal dari perusahaan asal China, Unicom, yang sudah bercokol di negara pimpinan Kim Jong-un itu sejak 2010.

Akses internet di Korut sendiri masih sangat terbatas, diperkirakan hanya bisa mencapai beberapa ratus hingga 1.000 koneksi.

Kepala petugas teknologi kawasan Asia Pasifik dari FireEye, Bryce Boland, mengatakan bahwa koneksi ini sangat vital bagi Korut untuk mengoordinasikan serangan maya.

Menurut Boland, jaringan baru dari Rusia ini akan memperkuat kemampuan Korut untuk mengatur serangan siber di masa depan.