Menantu Eks PM Pakistan Ditangkap Terkait Dugaan Korupsi

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 10/10/2017 00:15 WIB
Menantu Eks PM Pakistan Ditangkap Terkait Dugaan Korupsi Ilustrasi Panama Papers. (Dok. panamapapers.icij.org)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menantu bekas Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif, Muhammad Safdar, ditangkap komisi anti-korupsi di bandara Islamabad pada Senin (9/10) dini hari sesaat setelah tiba dari London, Inggris.

Dia adalah suami dari anak perempuan PM yang dimakzulkan tersebut, Maryam. Safdar ditangkap otoritas Pakistan setelah mangkir dalam sidang yang digelar Biro Akuntabilitas Nasional (NAB) terkait dugaan korupsi mantan keluarga nomor satu di Pakistan itu.

Diberitakan Reuters, Safdar, yang merupakan politikus sekaligus anggota parlemen, diperkirakan bisa bebas setelah dia dan Maryam selesai bersaksi dalam persidangan hari ini.


Keluarga Sharif dituding melakukan penyimpangan finansial setelah nama sejumlah anggota keluarganya disebut dalam bocoran dokumen Panama Papers yang sempat mengegerkan dunia sekitar April 2016 lalu.

Dokumen itu mengungkap kekayaan tersembunyi sekaligus modus pengemplang pajak dan pencucian uang para konglomerat dunia yang terdiri dari pemimpin negara, politikus, hingga atlet.

Dalam bocoran itu disebutkan anak-anak Sharif, termasuk Maryam, memiliki perusahaan induk di Kepulauan Virgin dan sejumlah properti di London.
Akhirnya, Sharif dimakzulkan oleh Mahkamah Agung pada Juli lalu karena dianggap gagal mengumumkan jumlah kekayaannya secara transparan. Pengadilan tinggi Pakistan pun memerintahkan penyelidikan meluas dan persidangan kepada anggota keluarga Sharif.

Sementara itu, sejumlah pihak merasa pesimistis dan menganggap penyelidikan ini sebagai omong kosong belaka lantaran politikus kaya dan berkuasa di negara itu jarang terjerat hukuman dan pada akhirnya lolos dari tuntutan.

Sejumlah pendukung partai berkuasa Pakistan Muslim League-Nawaz (PML-N) juga telah lama merasa keberatan mengenai penyelidikan dugaan korupsi tersebut. Bahkan, saat penangkapan Safdar, sejumlah simpatisan PML-N berupaya menyetop mobil aparat yang berusaha keluar dari bandara.

Selama ini, keluarga Sharif membantah segala tudingantersebut. Maryam mengisyaratkan militer Pakistan yang berkuasa memiliki peran tersembunyi untuk mendorong Mahkamah Agung memakzulkan sang ayah.
Sejumlah pihak juga memperkirakan penyelidikan ini dilakukan untuk menjatuhkan PML-N menjelang pemilihan umum yang kemungkinan digelar pertengahan 2018 mendatang.