“Kami umumkan penghentian seluruh operasi tempur di Marawi,” kata Lorenzana kepada wartawan di sela pertemuan keamanan regional di Clark, utara Filipina, Senin (23/10).
Lorenzana mengatakan sudah tidak ada perlawanan yang muncul dari pemberontak di Marawi. Dia bahkan menyebut sudah tidak ada militan yang tersisa menyusul gempuran militer besar-besaran beberapa waktu terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Mereka adalah kelompok terakhir militan Maute dan mereka telah dikepung dalam salah satu bangunan hingga memicu baku tembak dengan militer, hingga selesai,” kata Lorenzana.
“Semua pasukan tempur teroris, semua sandera sudah ditemukan.”
Lihat juga:FBI Konfirmasi Kematian Pemimpin ISIS Marawi |
ISIS Marawi jatuh sehari setelah militer menewaskan Hapilon pada 16 Oktober lalu. Selain itu, Omarkhayam Maute, salah satu pemimpin pemberontak Maute, juga tewas dalam operasi itu.
Meski Marawi sudah dideklarasikan bebas dari ISIS, Presiden Rodrigo Duterte belum mencabut status darurat militer yang telah ditetapkan sejak awal Juni lalu.
Secara terpisah, Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis memuji keberhasilan Filipina dalam memberangus ISIS di Marawi.
“Satu hal yang pertama akan saya lakukan ketika sampai di FIlipina adalah memuji keberhasilan militer negara tersebut yang telah membebaskan Marawi dari para teroris,” kata Mattis.
“Ini adalah pertarungan yang sangat sulit di Mindanao selatan. Saya pikir militer Filipina telah mengirimkan pesan yang sangat kuat kepada para teroris,” tuturnya menambahkan seperti dikutip AFP.
(aal)