Diberitakan Reuters, militer Korsel menyatakan latihan melacak dan menangkal rudal itu akan berlangsung di lepas pantai sekitar Semenanjung Korea.
Latihan semacam ini telah dilakukan beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir sejak Seoul dan Washington menyepakatinya dalam rapat konsultasi tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu di Filipina, Menteri Pertahanan AS James Mattis bersama Menhan Korsel Song Young-moo dan Menhan Jepang Itsunori Onodera mengatakan program senjata rezim Kim Jong-un merupakan ancaman serius "yang tak pernah terjadi sebelumnya."
Mattis bersama kedua mitranya itu berjanji akan mengambil tindakan diplomatik untuk semakin menekan Pyongyang, sekaligus meningkatkan kerja sama militer antara ketiga negara.
"Ketiga menteri mendesak Korut untuk meninggalkan program peluru kendali dan nuklir ilegalnya secara menyeluruh dan terverifikasi," bunyi pernyataan bersama yang dikutip AFP.
Mattis, Young-moo, dan Onodera bertemu di Clark, Filipina, dalam rangkaian konferensi keamanan regional. Di sana, Mattis juga bertemu dengan mitra-mitranya dari negara anggota ASEAN.
Selain berdiskusi mengenai krisis Korut, Pentagon mengatakan Mattis bersama para menhan dari negara ASEAN juga membahas pentingnya meningkatkan kerja sama keamanan di kawasan "dalam melawan kekerasan ekstremis dan ancaman teroris seperti ISIS dan simpatisannya yang kembali dari Timur Tengah."