FOTO: Tangier Island dan 'Mitos' Pemanasan Global

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 26/10/2017 11:10 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Tangier Island, Virginia, tak percaya menjadi korban pemanasan global dan menolak untuk memerhatikan lingkungan meski sudah sangat terancam.

Belum lama ini, perwakilan pegiat dari Partai Republik mengunjungi Tangier Island, setitik padang rumput di Chesapeake Bay, Virginia, untuk meyakinkan sekitar 450 penduduknya agar ikut memerhatikan perubahan iklim. (Reuters/Adrees Latif)
Para pegiat menjelaskan gejala yang sudah terjadi: ketinggian air laut meningkat, dan sejumlah peneliti memperkirakan pulau yang sudah mengalami erosi parah itu mesti ditinggalkan dalam waktu beberapa dekade. (Reuters/Adrees Latif)
Warga Tangier Island sudah terbiasa diberikan pesan seperti ini. Tiga hari sebelumnya mantan Wakil Presiden Al Gore juga berpidato tentang hal yang sama. (Reuters/Adrees Latif)
Namun, baik pesan dari para pegiat Partai Republik maupun Al Gore yang merupakan aktivis iklim dari Partai Demokrat sama-sama ditolak oleh warga setempat. (Reuters/Adrees Latif)
Warga setempat lebih menginginkan sebuah tembok laut untuk mencegah erosi, alih-alih kuliah soal menyelamatkan dunia menggunakan panel surya. (Reuters/Adrees Latif)
Penolakan keras warga Tangier Island atas perubahan iklim mencerminkan kekakuan opini warga AS tentang pemanasan global yang kerap terbagi sesuai dengan partai politik dukungan masing-masing. (Reuters/Adrees Latif)
Jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan lebih dari sepertiga warga Amerika, terutama pendukung Partai Republik, menolak kesepakatan ilmiah bahwa pemanasan global diakibatkan oleh aktivitas manusia. (REUTERS/Adrees Latif)
Kurang dari sepertiga warga Amerika mempercayai bahwa pemanasan global merupakan ancaman serius bagi Amerika Serikat. Opini ini pun tak bergeming bahkan setelah negara tersebut dihantam serangkaian badai belakangan ini. (Reuters/Adrees Latif)