Presiden Terasingkan Catalonia Siap Ikut Pemilu Dini

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Sabtu, 04/11/2017 01:13 WIB
Presiden Terasingkan Catalonia Siap Ikut Pemilu Dini Carles Puigdemont mengungsi ke Belgia setelah dirinya diberhentikan dan diancam peradilan Spanyol akibat deklarasi kemerdekaan Catalonia. (REUTERS/Albert Gea)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Presiden daerah otonom Catalonia yang kini berada di Belgia, Carles Puigdemont, menyatakan dirinya siap ikut pemilu dini.

Puigdemont yang dipecat karena mendeklarasikan kemerdekaan Catalonia itu saat ini berada di Belgia dalam keterasingan. Puigdemont pun menyatakan dirinya akan ikut pemilu dini di daerah otonom dengan ibu kota Barcelona itu meski berada di Belgia.

“Saya siap menjadi salah satu kandidat… masih memungkinkan untuk melakukan kampanye dari manapun,” ujar Puigdemont kepada stasiun televisi Belgia, RTBF, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (4/11) dini hari WIB.



Pemilu dini Catalonia setelah Puigdemont dihentikan sepihak dari jabatan presiden daerah otonom itu rencananya bakal digelar bulan depan. Puigdemont dan sejumlah pembantunya sendiri saat ini tengah diincar lembaga peradilan Spanyol untuk dimejahijaukan, namun sang presiden masih tak ingin kembali ke negara Matador tersebut.

“Kami masih mempertimbangkan sebagai pemerintah yang saha. Ada yang harus melanjutkan untuk memberitahu kepada dunia apa gerangan yang sedang terjadi di Spanyol.. Itu tidak bisa dilakukan oleh sebuah pemerintah di dalam penjara. Pemilu nanti harus netral, independen, normal,” ujar Puigdemont.

Dalam perjalanannya, ada sembilan pembantu Puigdemont di kabinet Catalonia yang dibubarkan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy, telah diperintah untuk ditahan, Kamis (2/11) lalu. Kabinet Puigdemont dibubarkan karena deklarasi kemerdekaan Catalonia.


Salah satu dari sembilan anggota kabinet yang ditahan, Santi Vila, teah dibebaskan setelah membayar denda 50.000 kemarin. Sementara itu, delapan lainnya masih di tahanan dan terancam tetap dalam tahanan hingga empat tahun ke depan. Kemudian, pada 9 November nanti, pengadilan Spanyol akan mendengarkan keterangan dari enam pimpinan Catalonia lainnya dengan dakwaan sama.

Puigdemont, lewat kuasa hukumnya, menyatakan tak peracaya dengan peradilan Spanyol, namun akan bekerja sama dengan baik dengan peradilan di Belgia. Meski mengungsi ke Belgia, pada tengah pekan ini Puigdemont menyatakan dirinya tak akan meminta suaka ke negara tersebut. (kid/kid)