Banjir dan Badai di Penang Tewaskan 5 Orang
Deddy S | CNN Indonesia
Senin, 06 Nov 2017 05:50 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Banjir yang disebabkan hujan tiada henti selama belasan jam telah menyebabkan lima orang tewas di Malaysia. Pasukan tentara pun dikerahkan untuk mengevakuasi ribuan warga di utara Penang.
Seperti dilaporkan Reuters, sebanyak 3.000 orang telah dievakuasi dan ditempatkan di posko pengungsian. Kepala Menteri Lim Guan Eng mengatakan 80 persen wilayah Penang terkena dampak hujan deras yang disertai angin bagai topan itu.
Banjir setinggi 3-4 meter melanda sejumlah tempat. Sedang curah hujan sendiri diperkirakan masih tinggi, sehingga Lim Guan Eng meminta warga tetap tinggal di rumah.
Di George Town, Penang, ratusan pohon bertumbangan dan jalanan terendam banjir. Alhasil, daerah ini nyaris lumpuh.
Kantor Berita Malaysia Bernama melaporkan lima orang tewas karena banjir itu. “Kami masih khawatir adanya peristiwa lanjutan sebab angin masih kuat, yang belum pernah kami alami sebelumnya, dan banjir masih tinggi,” tutur Lim, seperti dikutip Bernama.
Badan Meteorologi setempat sudah memperkirakan cuaca buruk masih akan terjadi di Penang dan Kedah serta Perlis.
(ded/ded)
Seperti dilaporkan Reuters, sebanyak 3.000 orang telah dievakuasi dan ditempatkan di posko pengungsian. Kepala Menteri Lim Guan Eng mengatakan 80 persen wilayah Penang terkena dampak hujan deras yang disertai angin bagai topan itu.
Banjir setinggi 3-4 meter melanda sejumlah tempat. Sedang curah hujan sendiri diperkirakan masih tinggi, sehingga Lim Guan Eng meminta warga tetap tinggal di rumah.
Di George Town, Penang, ratusan pohon bertumbangan dan jalanan terendam banjir. Alhasil, daerah ini nyaris lumpuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Meteorologi setempat sudah memperkirakan cuaca buruk masih akan terjadi di Penang dan Kedah serta Perlis.
(ded/ded)