Korsel Akan Bebaskan Visa bagi Turis Olimpiade dari Indonesia

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 06/11/2017 16:40 WIB
Korsel Akan Bebaskan Visa bagi Turis Olimpiade dari Indonesia Ilustrasi. (CNN IndonesiaAstari Kusumawardhani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Selatan akan menerapkan aturan bebas visa bagi sejumlah warga negara dari negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang ingin menonton Olimpiade Musim Dingin di PyeongChang pada Februari 2018.

"Jumat pekan lalu pemerintah Korsel mengumumkan penerapan bebas visa bagi warga Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara lain yang ingin nonton Olimpiade Musim Dingin. Kami masih cari informasi teknisnya soal ini karena baru diumumkan mereka pekan lalu," ujar Duta Besar RI untuk Korsel, Umar Hadi, saat ditemui wartawan di Jakarta, Senin (6/11).

Meski begitu, Umar menyatakan kebijakan bebas visa ini hanya berlaku bagi para turis yang datang melalui Bandara regional YangYang di Provinsi Gangwon.


"Jadi sejauh ini bebas visa kabarnya masih untuk turis yang datang melalui bandara YangYang yang berdekatan dengan Pyeonchang. Detail waktu dan teknisnya seperti apa masih harus ditanyakan ke otoritas Korsel," kata Umar.
Umar belum mendapatkan konfirmasi waktu kebijakan ini mulai diberlakukan. Namun, bebas ini diperkirakan berlaku hingga April tahun depan.

Menurut Umar, kebijakan bebas visa ini menandakan Korsel memandang Indonesia sebagai salah satu pasar wisata negaranya.

Jumlah wisatawan Indonesia ke Korsel, kata Umar, memang terus meningkat secara signifikan hingga mencapai 350 ribu orang pada 2016 lalu.

Dia pun menuturkan, Indonesia harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menggaet wisatawan Korsel yang jumlahnya masih stagnan di kisaran 300 ribu orang pada 2016 lalu.

Umar mengatakan, salah satu cara menggenjot jumlah wisatawan Korsel adalah dengan membuka lebih banyak jalur penerbangan langsung dari Indonesia menuju Korsel. Sejauh ini, Indonesia baru membuka 6 penerbangan langsung ke Korsel.
"Sementara Thailand dan Vietnam bahkan buka penerbangan langsung ke Korsel sebanyak 20 kali per harinya. Tahun lalu, jumlah turis Korsel yang berwisata ke Vietnam mencapai 1 juta orang. Kita harus bisa meningkatkan ini juga," kata Umar.

Sebagaimana dilansir kantor berita Yonhap, pemerintah Korsel memang tengah gencar meningkatkan sektor wisata Negeri Ginseng untuk menggaet lebih banyak turis ke negaranya yang menurun karena peningkatan ketegangan di kawasan akibat krisis nuklir Korea Utara.

Selain turis Asia Tenggara, Olimpiade Musim Dingin ini pun dijadikan sebagai strategi Korsel untuk memboyong lebih banyak wisatawan China yang sempat menurun lantaran sejumlah isu bilateral kedua negara.

Selama periode Maret-Agustus, turis China ke Korsel menurun drastis dari tahun lalu sebanyak 6,3 juta orang menjadi hanya 2 juta pada tahun ini.

"Sektor pariwisata menjadi industri yang sangat penting bagi Korsel karena bisa menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dibandingkan sektor lainnya," tutur Menteri Keuangan Korsel, Kim Dong-yeon di Seoul.

"Olimpiade Musim Dingin akan berlangsung dalam 100 hari ke depan dan peningkatan hubungan dengan China dan negara lainnya diharapkan mampu memberikan momentum baru terhadap industri wisata lokal," katanya. (has)