Dipecat Gara-gara Acungkan Jari Tengah ke Rombongan Trump

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 07/11/2017 19:28 WIB
Dipecat Gara-gara Acungkan Jari Tengah ke Rombongan Trump Foto Juli Birskman yang bersepeda sambil mengacungkan jari tengah ke arah rombongan kendaraan Presiden Donald Trump beredar viral akhir Oktober lalu. (AFP PHOTO / Brendan Smialowski
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang wanita di Amerika Serikat dipecat dari pekerjaannya setelah tingkahnya mengacungkan jari tengah ke arah iring-iringan mobil rombongan Presiden Donald Trump beredar viral di media sosial.

Juli Birskman, 50 tahun,  mantan staf pemasaran sebuah perusahaan kontraktor pemerintah, Akima LCC, sedang bersepeda di Jalan Virginia, Washington DC, sekitar akhir Oktober lalu. Dia pun berpapasan dengan iring-iringan mobil Presiden Trump yang hendak kembali ke Gedung Putih.

Briskman pun langsung mengacungkan jari tengah saat melewati rombongan presiden. Perempuan itu bahkan sengaja berputar dua kali untuk melewati mobil Presiden Trump.


"Jari tangan saya menggambarkan perasaan saya saat itu, marah dan frustasi," kata Briskman, sebperti dikutip CNN, Selasa (7/11).



Momen tersebut menjadi viral setelah seorang pewarta foto yang biasa ikut rombongan presiden mengabadikan perbuatannya. Gambar tersebut langsung populer dan menjadi perbincangan di media sosial.

Tak sedikit netizen yang memuja keberanian Briskman itu dan menganggapnya sebagai seorang pahlawan. Beberapa warganet bahkan mengusulkan Briskman untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilu 2020 mendatang.

Briskman pun bangga dan bahkan memasang fotonya itu pada halaman Facebook dan Twitter-nya.
Ia mendasari aksinya sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan Trump. Misalnya penolakan Trump terhadap kebijakan kesehatan bagi rakyat Obamacare yang diusung mantan Presiden Barack Obama.

Perempuan itu juga merasa frustasi terhadap sikap sang presiden dalam menanggapi sejumlah peristiwa di Amerika Serikat.

"Kebijakan kesehatan tak lolos tapi dirinya [Trump] mencoba memreteli dari dalam. Lima ribuan orang tertembak di Las Vegas dan dia [Trump] tak melakukan apapun. Kelompok supermasi kulit putih yang menggelar protes hingga melukai sejumlah orang di Charlottesville malah dianggap [Trump] sebagai orang-orang baik," keluh dia.
Namun Briskman tak menyangka tindakannya berujung pada pemecatan. Dia belum setahun bergabung di Akima LCC. Menurut Briskman, dia dipecat lantaran dianggap melanggar kebijakan media sosial perusahaannya.

"Saya mengatakan, ya begini lah diri saya," kata Briskman mengisahkan percakapan terakhirnya dengan staf HRD bekas perusahaannya. (nat)