Menurut kabar yang dilansir saluran televisi Iran, Press TV, Rabu (16/11), Raja Salman akan mengumumkan keputusan itu dalam waktu dua hari ke depan.
“Perkembangan yang telah diperkirakan menandai perubahan urutan suksesi di Arab Saudi dari garis lateral saudara laki-laki tua, ke tatanan vertikal dimana raja menyerahkan kekuasaan kepada anak kesayangannya,” demikian kabar yang disiarkan Press TV, Jumat (17/11)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pada Rabu sebelummnya, stasiun televisi Saudi, Al-Arabiya, mengumumkan kabar itu lewat Twitter, tapi postingan itu kemudian dihapus,” tulis laporan itu seperti dikutip situs berita Rusia, Sputnik News, Jumat (17/11).
Untuk pertama kalinya, kabar Raja Salman turun tahta muncul pada akhir Juli lalu. Raja mengganti Putra Mahkota dari keponakannya, kini deputi Putra Mahkota Mohammed bin Nayef, dengan putranya Pangeran Mohammed bin Salman.
Pada September lalu, radio Lebanon Al-Manar, mengutip sumber yang dekat dengan keluarga kerajaan, melaporkan bahwa Raja Salman akan segera mundur karena alasan kesehatan.
Lebih dari 40 anggota keluarga kerajaan, termasuk miliader Pangeran Al Waleed bin Talal, menteri, pejabat militer dan pengusaha ditangkap di Arab Saudi, atas perintah Komisi Anti-Korupsi yang dipimpin Putra Mahkota MBS.
Pada 25 April 2016, MBS mengumumkan rencana pembangunan Visi Saudi 2030. Dokumen itu mencakup 80 proyek. Antara lain pengembangkan sektor layanan publik, serta sejumlah inisiatif untuk mendukung hak-hak perempuan.
September lalu, pemerintah Arab Saudi mengumumkan akan melonggarkan larangan bagi perempuan untuk menonton di stadium olahraga. Mulai Juni 2018, larangan mengemudi bagi perempuan juga dicabut. Larangan itu telah berlaku di Arab Saudi sejak era 1970-an.
Hingga berita diturunkan belum ada konfirmasi dari pemerintah Saudi soal kabar Raja Salman mundur dari tahta. Situs berita Arab News, hanya mengabarkan bahwa Raja Salman akan berpidato pada Sidang Ketujuh Dewan Shura, pada bulan depan. Mengutip surat kabar Al Hayat, dalam pidato itu Raja Salman akan membahas kebijakan Saudi baik dalam maupun luar negeri. (nat)