Jokowi: WNI di Malaysia Harus Punya Paspor

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 22/11/2017 23:15 WIB
Jokowi: WNI di Malaysia Harus Punya Paspor Presiden Joko Widodo bertemu dengan masyarakat Indonesia di Stadium Perpaduan, Kuching Sarawak, Malaysia , Rabu (22/11). (Biro Pers Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat Indonesia di Malaysia untuk memiliki paspor. Imbauan itu disampaikan Jokowi dalam pertemuan dengan warga Indonesia (WNI) di Stadium Perpaduan, Kuching, Sarawak, Malaysia, Rabu (22/11)
 
“Semuanya harus pegang paspor, yang belum pegang paspor segera urus di Konjen,”tegasPresiden Jokowi dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 7.000 WNI, seusai menghadiri konsultasi tahunan ke-12 Indonesia-Malaysia, 

Jokowi berjanji tidak ada pungutan lain selain harga resmi dan pelayanan yang cepat dalam proses pengurusan paspor, baik di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), maupun di Konsulat Jenderal RI (KJRI). Jokowi menyatakan dirinya telah memerintahkan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana dan juga Konsul Jenderal RI Kucing, Johar Gultom untuk memberikan kemudahan dalam proses pengurusan paspor.


"Semua yang berurusan dengan paspor dipercepat, tidak ada pungutan lain selain harga yang resmi,” kata Jokowi seperti disampaikan dalam rilis Biro Pers Sekretariat Kepresidenan, Rabu (22/11).


Jokowi menyatakan jangan sampai ada  WNI yang tidak memiliki paspor karena dalam proses pengurusan paspor dipersulit. “Saya tidak mau rakyat kita tidak pegang paspor gara-gara ada yang mainin masalah paspor,” kata dia.

Selain paspor, Jokowi juga mengingatkan, “Anak-anak yang lahir semuanya diurus akta kelahirannya di konjen, agar nanti kalo sudah dewasa ada pegangan hukumnya."


Untuk yang belum memiliki akta kelahiran, Presiden Jokowi minta agar diurus di KJRI . “Jangan sampai anak-anak kita tidak memiliki akte kelahiran, karena anak-anak kita semuanya harus sekolah,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga mengingatkan agar anak-anak yang berada di Sarawak untuk bersekolah. Dalam konsultasi tahunan ke-12 yang baru saja diikutinya, Presiden Jokowi telah meminta ke Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak untuk membangun sekolah bagi WNI di Malaysia. 

Tahun ini telah dibangun 19 Community Learning Center (CLC) tempat sekolah WNI di Malaysia. “Target sampai Juli 2018 adalah 50 CLC sekolah. Jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak sekolah. Masa depan Indonesia ada di anak-anak kita,” kata Presiden Jokowi .


Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana. (nat)