Dituding Nistakan Agama, Menteri Pakistan Dilaporkan Mundur

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 27/11/2017 16:02 WIB
Dituding Nistakan Agama, Menteri Pakistan Dilaporkan Mundur Warga Pakistan menggelar demonstrasi menuntut pengunduran diri Menteri Hukum Zahid Hamid. (Reuters/Akhtar Soomro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Hukum Pakistan Zahid Hamid dilaporkan mengundurkan diri setelah dituduh menistakan agama dengan mengajukan perubahan konstitusi agar tokoh Ahmadiyah bisa mendaftarkan diri dalam pemilihan umum.

"Hamid telah mengajukan pengunduran dirinya kepada Perdana Menteri Shadid Khaqan Abbasi demi menghindarkan negara dari krisis politik," bunyi laporan kantor berita Associated Press of Pakistan (APP) mengutip sumber anonim pemerintah sebagaimana dikutip AFP, Senin (27/11).

Stasiun televisi nasional PTV juga melaporkan pengunduran diri Hamid meski tak mengutip narasumber. Hingga kini, belum ada konfrimasi resmi dari pemerintah Pakistan terkait hal tersebut.


Kabar pengunduran diri muncul setelah ribuan warga dari kelompok Islam garis keras Tehreek-i-Labaik Ya Rasool Allah Pakistan (TLYRAP) menggelar demonstrasi menuntut Hamid mengundurkan diri. Aksi itu melumpuhkan sejumlah jalan utama di ibu kota Islamabad sejak 6 November lalu.

Dilansir CNN, TLYRAP menuduh Hamid sengaja mengubah konstitusi negara agar tokoh Ahmadiyah bisa mendaftarkan diri sebagai kandidat pemilu. Para demonstran menilai gagasan itu melemahkan aturan negara yang mengharuskan seluruh calon pemimpin dan anggota parlemen merujuk pada aturan Nabi Muhammad.

Menanggapi krisis tersebut, Hamid pada akhir pekan kemarin menyatakan bersumpah sangat mencintai agamanya dan Nabi Muhammad dan mengatakan dia dan keluarganya "siap untuk menyerahkan hidup demi kehormatan dan kesucian Nabi Muhammad SAW."
Meski begitu, pernyataan Hamid tersebut tak cukup meredakan amarah para pemrotes.

Tak hanya di Islamabad, demonstrasi juga terjadi di sejumlah kota besar lainnya seperti Karachi dan Lahore. Hingga kini, setidaknya tujuh orang tewas dan 250 lainnya terluka akibat bentrokan dengan aparat.

Pemerintah Pakistan juga telah meminta militer turun tangan untuk memulihkan ketertiban sejak akhir pekan lalu, meski hingga hari ini belum menerima tanggapan.

Pemimpin TLYRAP, Khadim Hussain Rizvi, mengutarakan pihaknya meminta pemerintah mengabulkan sejumlah tuntutan, termasuk membebaskan seluruh pemrotes yang telah ditahan aparat, dalam 12 jam ke depan jika ingin demonstrasi berhenti.

(aal)