Demonstrasi Pakistan, 6 Tewas dan 190 Luka-luka

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 26/11/2017 03:14 WIB
Demonstrasi Pakistan, 6 Tewas dan 190 Luka-luka ilustrasi: Tindak kekerasan meningkat dan demonstrasi menyebar ke kota-kota besar lainnya seperti Lahore dan Karachi, juga kota kecil lain di seluruh negeri. (Reuters/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Pakistan meminta militer yang tangguh untuk ditempatkan di Islamabad pada Sabtu (25/11). Hal ini dilakukan menyusul kerusuhan mematikan yang terjadi saat polisi mengusir demonstran Islam yang melumpuhkan kota tersebut selama berminggu-minggu.

Setidaknya enam orang tewas dan 190 lainnya mengalami luka-luka. Sekitar 137 orang di antaranya adalah petugas keamanan.

Pasukan keamanan menembakkan gas air mata dan peluru karet saat demonstran memblokir jalan dan membakar kendaraan polisi di sekitar lokasi demo.


Tindak kekerasan meningkat dan demonstrasi menyebar ke kota-kota besar lainnya seperti Lahore dan Karachi, juga kota kecil lain di seluruh negeri.



"Menurut data yang kami miliki, setidaknya enam orang tewas dalam kekerasan hari ini (Sabtu, 25/11)," kata Deeba Shahnaz, juru bicara departemen penyelamatan provinsi kepada AFP.

Pihak berwenang berusaha untuk menghapus demonstrasi kecil yang dilakukan oleh kelompok garis keras Tehreek-i-Labaik Ya Rasool Allah Pakistan (TLYRAP). TLYRAP menuntut agar menteri hukum Pakistan Zahid Hamid mengundurkan diri dari posisinya saat ini karena pengucapan sumpah amandemen yang tergesa-gesa.

Demonstran menghubungkan hal tersebut dengan tindakan penghujatan - sebuah isu yang diperdebatkan Pakistan Muslim -. Tindakan tersebut juga diklaim sebagai tindakan lunak untuk memungkinkan partisipasi umat Ahmadiyah.

Kelompok ini sudah telah memblokir jalan raya utama menuju Islamabad sejak 6 November 2017 lalu. Hal ini menyebabkan kekacauan lalu lintas selama beberapa jam dan menyebabkan warga marah.

Pemerintah kementerian dalam negeri mengatakan bahwa pemerintah federal memberi wewenang untuk mengerahkan pasukan yang cukup kuat utuk mengendalikan hukum dan ketertiban di kota tersebut sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Selama kerusuhan media regulator Pakistan melarang saluran televisi lokal untuk menyiarkan gambar secara langsung. (chs/chs)