PBB Kesulitan Evakuasi 140 Pekerja Bantuan di Yaman

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 04/12/2017 15:30 WIB
PBB sedang berupaya mengevakuasi setidaknya 140 pekerja bantuan dari ibu kota Yaman di tengah pertempurang yang telah memutus jalan ke bandara. Ilustrasi perang Yaman. (REUTERS/Khaled Abdullah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perserikatan Bangsa-Bangsa sedang berupaya mengevakuasi setidaknya 140 pekerja bantuan dari ibu kota Yaman di tengah pertempuran yang memutus jalan ke bandara. Namun, sejumlah pejabat PBB dan badan bantuan mengatakan hal tersebut masih menunggu persetujuan dari koalisi pimpinan Arab Saudi.

Pesawat koalisi mengebom sejumlah posisi kelompok bersenjata Houthi Minggu malam (4/12), kata warga dan media setempat, berupaya untuk mengusir para pendukung mantan Presiden Ali Abdullah Saleh di tengah pertempuran dengan kelompok yang berafiliasi dengan Iran itu.

Menurut Palang Merah, sudah ada puluhan orang yang tewas dalam empat hari pertempuran tersebut.


"Ada pesawat yang disiagakan di Djibouti untuk 140 staf internasional," kata seorang pejabat PBB yang tak disebutkan namanya di Sanaa kepada Reuters. Sekitar separuh dari para pekerja itu berasal dari organisasi non-pemerintah atau NGO, ujarnya.

"Pertempuran bergeser ke arah bandara dan situasi sangat tegang. Kami bagkan tidak mengevakuasi staf."

Para staf PBB terkurung di tempat tinggalnya di Sanaa sejak bentrokan pecah Kamis kemarin, ujar sumber tersebut.
Peluru artileri berjatuhan di dekat kompleks PBB di Jalan Siteen di Sanaa, Minggu. Seorang sumber di lokasi mengatakan peluru nyasar pun sempat mengenai kompleks yang kini dalam keadaan kosong karena para staf sudah diminta untuk tetap tinggal di rumah dan tidak bekerja.

Seorang pekerja bantuan lain dari badan independen di Yaman, yang menolak untuk disebutkan namanya, mengatakan PBB berencana untuk mengevakuasi 180 pekerja, tapi para pejabat menilai jalan menuju bandara masih belum cukup aman.

[Gambas:Video CNN]

Russell Geekie, juru bicara bidang bantuan kemanusiaan PBB di New York, mengatakan PBB berencana untuk mengurangi jumlah staf non-esensial di Sanaa, tapi mereka belum bisa bergerak dengan aman dan jumlah orang yang ada di sana masih belum bisa dipastikan karena situasi masih berubah-ubah.

"Kami sangat prihatin atas bentrokan di Sanaa, yang dilaporkan telah memakan korban jiwa dari warga sipil dan mengakibatkan implikasi negatif pada bantuan kemanusiaan," kata Geekie melalui surat elektronik kepada Reuters.
"Saat ini, pertempuran membatasi pergerakan di dalam kota, termasuk jalan ke bandara. Bandara masih ditutup sementara warga Sanaa bersembunyi di rumah masing-masing."

Izin mendarat di bandara Sanaa masih belum didapatkan dari koalisi selaku pihak yang mengendalikan lalu litas udara di atas ibu kota, meski wilayah tersebut dikuasai Houthi.

(aal/aal)