RI: Perdamaian Terancam Jika Yerusalem Diakui Ibu Kota Israel

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 05/12/2017 11:34 WIB
RI: Perdamaian Terancam Jika Yerusalem Diakui Ibu Kota Israel Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi saat acara Seminar “Memberdayakan Rakyatnya, Memperkuat Negaranya: Konsistensi Dukungan Indonesia terhadap Palestina dalam Bidang Kerja Sama Teknis” di Gedung Pancasila, Jakarta, Selasa (5/12). (CNN Indonesia/Natalia Santi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan proses perdamaian antara Palestina dan Israel yang telah berlangsung selama puluhan tahun bisa terancam gagal jika Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota pemerintahan zionis.

“Perubahan status Yerusalem akan bahayakan proses damai dan mengancam perdamaian di wilayah itu sendiri. Indonesia sangat prihatin dengan perkembangan isu terkini terkait masa depan status Yerusalem,” ujar Retno dalam pidato di seminar internasional tentang Palestina di Jakarta, Selasa (5/11).

Pernyataan itu diungkapkan Retno menyusul kabar Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan segera memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke kota tersebut.


Yerusalem adalah kota yang diperebutkan Israel dan Palestina sebagai ibu kota. Retno mengatakan dirinya telah memanggil duta besar AS untuk Indonesia Joseph Donovan untuk meminta kejelasan terkait isu itu, kemarin.

Ia meminta seluruh negara, tak terkecuali AS, untuk mematuhi resolusi internasional tahun 1976 terkait legalitas status Yerusalem yang selama ini dianggap sebagai wilayah integral dari Palestina.

“Kepemimpinan dan kebijaksanaan AS sangat dibutuhkan dalam penyelesaian konflik ini,” kata Retno.
Dia juga mengatakan telah berupaya berkomunikasi dengan Menlu AS Rex Tillerson mengenai hal ini. Eks dubes RI untuk Belanda itu menegaskan Indonesia akan selalu menjadi pendukung terdepan Palestina.

Ia percaya bahwa satu-satunya solusi jangka panjang untuk perdamaian Israel-Palestina adalah dengan solusi dua negara atau two-state solution.
Retno Marsudi menyampaikan pidato di seminar soal Palestina.Retno Marsudi menyampaikan pidato di seminar soal Palestina. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)
"Masih banyak tantangan yang harus kita hadapi demi mewujudkan harapan ini, salah satunya menjaga agar isu kemerdekaan Palestina ini tetap menjadi fokus utama pembahasan dalam dialog-dialog internasional,” kata Retno.

Tak hanya mendukung secara politik, Retno menuturkan, Indonesia juga terus berupaya menyalurkan sejumlah bantuan teknis untuk pembangunan di Palestina.
Sejak beberapa tahun terakhir, kata Retno, Indonesia terus memaksimalkan bantuan pembangunan kapasitas sesuai dengan kebutuhan sumber daya manusia Palestina. Indonesia juga telah membangun sejumlah rumah sakit di beberapa wilayah seperti Jalur Gaza.

Retno juga mengatakan Indonesia berencana memberlakukan bebas tarif bagi sejumlah produk Palestina sebagai upaya pemberdayaan ekonomi negara itu.

“Pemberlakuan bebas tarif ini juga sudah kita bicarakaan lintas kementerian terkait dan harapannya ini bisa difinalisasi tahun depan,” tutur Retno.

Kabar pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel kembali mencuat setelah sejumlah pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa Trump akan mengumumkan pemindahan kedubes Israel melalui pidato yang akan disampaikan pada Rabu ini.
Namun, kini ia telah dipastikan masih belum akan mengambil keputusan tersebut. Hal itu dikonfirmasi oleh Gedung Putih.

Trump dikejar tenggat untuk memutuskan apakah akan menandatangani surat yang menangguhkan relokasi Kedutaan AS dari Tel Aviv selama enam bulan ke depan, seperti yang dilakukan para presiden AS sebelumnya sejak Kongres mengesahkan undang-undang soal itu pada 1995.

(aal)