Retno sedianya dijadwalkan menghadiri acara tersebut pada Minggu (19/11) di wilayah yang menjadi lokasi kekerasan terhadap etnis minoritas Rohingya itu.
"Mengingat acara groundbreaking berada di wilayah utara Rakhine State yang masih dipandang rawan, atas permintaan pemerintah Myanmar di saat akhir, Menlu RI yang awalnya dijadwalkan hadir pada acara groundbreaking tersebut batal hadir," bunyi pernyataan tertulis Kemlu RI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, pasukan keamanan negara tersebut sedang difokuskan untuk mengamankan Konferensi Tingkat Menteri Asia-Eropa (ASEM) yang dihadiri oleh 53 perwakilan negara di Naypyidaw.
Akhirnya, acara groundbreaking dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Myanmar Ito Sumardi beserta Menteri urusan Rakhine State Myanmar, perwakilan Kementerian Kesehatan Myanmar, perwakilan MERC, perwakilan tokoh masyarakat setempat, tokoh masyarakat Buddha dan Islam serta ratusan warga lokal.
Selain itu, pembangunan rumah sakit juga dilakukan dengan menggunakan sumber daya materiil dan tenaga kerja setempat untuk membantu meningkatkan peluang ekonomi masyarakat lokal.
Rumah sakit itu didirikan di atas lahan seluas 12 ribu meter persegi dengan luas bangunan hingga 8.000 meter persegi, termasuk akomodasi staf kesehatan dan gedung utama rumah sakit. Rumah sakit dibangun dengan biaya sekitar US$1,8 juta hasil kerja sama pemerintah Indonesia dengan kontibusi berbagai unsur masyarakat.
(aal)