“Sebagai respons atas proyektil yang ditembakkan ke arah Israel sepanjang hari ini, sebuah tank dan pesawat militer menyerang dua pos militer di Jalur Gaza,” demikian bunyi pernyataan tentara Israel.
Sebagaimana dilansir Reuters, serangan roket itu diklaim oleh Brigade Al-Tawheed, kelompok Salafi yang mengabaikan seruan Hamas untuk tidak melakukan serangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, sirene terdengar di berbagai penjuru Israel, tanda meningkatnya ketegangan setelah Presiden Amerika Serikat secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negara itu.
Isu ini memang sangat sensitif karena sejak dulu, Israel dan Palestina memperebutkan Yerusalem sebagai ibu kota mereka dan hingga kini belum ada mufakat.
Sehari setelah Trump mengumumkan keputusan ini, warga Palestina turun ke ruas-ruas jalan di Bethlehem, Ramallah, dan Yerusalem.
Dilaporkan CNN, otoritas Israel menanggapi aksi protes itu dengan menggunakan peluru karet dan gas air mata untuk memecah konsentrasi massa. Kericuhan pun tak terhindarkan. (has)