Pesan itu diutarakan Jokowi saat menerima kunjungan kehormataan Menteri Luar Negeri Tunisia Khemaies Jhinaoui di Istana Bogor pada Jumat (8/12).
"Saat menerima kunjungan kehormatan Menlu Tunisia, Presiden menyampaikan bahwa negara-negara OKI, negara-negara muslim harus bersatu dan menyampaikan pesan yang keras kepada Amerika," kata Menlu RI Retno Marsudi usai mendampingi Jokowi dalam pertemuan itu, seperti dikutip pernyataan Sekretariat Kabinet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi menilai pengakuan Trump telah melanggar resolusi PBB di mana AS turut menjadi anggotanya. "Ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia," kata Jokowi.
Merespons langkah AS, OKI berencana menggelar pertemuan tingkat tinggi darurat pada 13 Desember mendatang di Istanbul dan Jokowi dijadwalkan hadir dalam rapat tersebut.
"Kemarin malam saya menghubungi menlu Uni Eropa untuk menyampaikan pesan harapan agar negara lain tidak mengikuti Amerika," ujar Retno.
Menurutnya, komunikasi itu mendapatkan respons positif. Retno berharap Uni Eropa konsisten terhadap komitmen tersebut.
Sejak wacana Trump ingin mengakui Yerusalem sebagai milik Israel, Retno terus berkomunikasi dengan duta besar AS untuk Indonesia, Joseph Donovan.
Sebelum keputusan itu diambil, Retno juga sempat berkomunikasi dengan Menlu AS Rex Tillerson untuk menyampaikan sikap tegas Indonesia dan meminta Negeri Paman Sam untuk mempertimbangkan niatnya.
(aal)