Dipanggil Retno soal Yerusalem, Dubes Sebut AS Komitmen Damai

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 21:44 WIB
Dipanggil Retno soal Yerusalem, Dubes Sebut AS Komitmen Damai Dubes AS untuk Indonesia Joseph Donovan menegaskan Amerika tetap berkomitmen pada perdamaian. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph Donovan, menegaskan Washington tetap berkomitmen mendukung perdamaian antara Israel dan Palestina. Hal itu disampaikan setelah dia menemui Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi karena dipanggil terkait masalah Yerusalem.

Presiden AS Donald Trump memutuskan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Langkah itu memicu kemarahan internasional, termasuk Indonesia, yang selama ini mendukung kemerdekaan penuh Palestina.

“Saya juga tekankan komitmen AS untuk tetap mendukung kesepakatan damai antara Palestina dan Israel, termasuk mendukung solusi dua negara jika kedua belah pihak setuju,” ujar Donovan kepada wartawan usai bertemu Retno di sela Bali Democracy Forum di Serpong, Banten.


Dalam pernyataan resminya, Rabu (6/12), Donovan mengggarisbawahi bahwa Trump telah mengatakan status quo Bukit Kuil dan Haram al-Sharif harus tetap dipertahankan.

Dia mengatakan Trump juga menekankan bahwa Yerusalem saat ini harus tetap menjadi tempat di mana umat Kristen bisa beribadah di Station of the Cross, umat Muslim bisa beribadah di Masjid al-Aqsa, dan Yahudi bisa berdoa di Western Wall.

Dalam pertemuannya dengan Donovan kali ini, Retno pun kembali menegaskan sikap pemerintah RI yang mengecam keras pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh AS.

Dia mengatakan pemanggilan Dubes AS ini dilakukan mengikuti instruksi Presiden Joko Widodo ketika menyatakan pernyataan resmi Indonesia terkait keputusan Washington.

[Gambas:Video CNN]

“Kedatangan Dubes AS ini untuk memenuhi permintaan saya. Intinya hanya mengulangi apa isi dari statement yang disampaikan Trump dini hari ini,” kata Retno.

Retno terus berkomunikasi dengan Donovan sejak Senin pekan ini untuk meminta penjelasan atas sikap AS yang dinilai bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Eks dubes RI untuk Belanda itu juga sempat menghubungi Menlu Rex Tillerson, beberapa jam sebelum Trump mengumumkan keputusannya, demi mendorong Washington membatalkan dan mempertimbangkan langkah tersebut.

(aal)