Jepang Tak Setuju Menlu AS Ajak Korut Dialog

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Rabu, 13/12/2017 12:33 WIB
Jepang Tak Setuju Menlu AS Ajak Korut Dialog Menteri Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga menyebut pihaknya dan AS sama-sama sepakat menekan Korut lewat sanksi. (Reuters/Yuya Shino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jepang tidak menyetujui inisiatif Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson menawarkan Korea Utara kesempatan untuk berunding tanpa syarat terkait ketegangan di kawasan.

Tawaran Tillerson itu berbeda dengan tuntutan AS sebelumnya yang mengharuskan Korea Utara menghentikan program nuklir dan peluru kendalinya jika ingin bernegosiasi.

Jepang menerapkan strategi menekan Korut melalui sanksi agar menghentikan ambisi kontroversial Kim Jong-un itu.


Menteri Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan Washington dan Tokyo "100 persen" sepakat soal sikap tersebut, ketika ditanya soal pernyataan terbaru Tillerson.

Seorang mantan diplomat Jepang mengatakan, meski solusi diplomatik "satu-satunya solusi yang bisa diterima," saat ini bukan waktunya untuk berunding.

"Kita mesti melihat efek sanksi terhadap kehidupan di Korea Utara," ujar mantan diplomat yang enggan disebutkan namanya, kepada Reuters.
"Saya dengar sanksi-sanksi itu mempunyai dampak yang serius pada kehidupan sehari-hari. Kita tunggu dan lihat. Jika kita menyiratkan keinginan dialog, kita bisa kehilangan pengaruh."

Ketegangan kembali meningkat sejak Korea Utara menyatakan telah melakukan "terobosan" dengan meluncurkan rudal balistik antarbenua atau ICBM baru yang diklaim bisa mencapai daratan Amerika, bulan lalu.
Ketegangan kembali meningkat sejak Korut meluncurkan rudal baru pada pekan lalu.Ketegangan kembali meningkat sejak Korut meluncurkan rudal baru pada pekan lalu. (REUTERS/KCNA)
Meski menegaskan posisi Washington yang sejak lama tak bisa menerima senjata nuklir di Korea Utara, Tilllerson mengatakan Amerika Serikat "siap berbicara kapan saja mereka siap berbicara," setelah ada "masa sunyi" tanpa uji coba dan rudal.

Tillerson juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat berbicara sempat berbicara dengan China soal cara mengamankan senjata nuklir Korea Utara seandainya pemerintah di Pyongyang runtuh.
Beijing memastikan, seandainya pasukan AS masuk ke wilayah Korut, mereka akan dipukul mundur kembali ke wilayah Korsel.

Namun, dia menegaskan bahwa Amerika Serikat ingin menyelesaikan masalah Korea Utara dengan diplomasi damai dan menawarkan perundingan, jauh tak seperti ancaman-ancaman yang dilontarkan Presiden Donald Trump belakangan ini.

(aal)