Menteri Luar Negeri Rex Tillerson pada Selasa menawarkan kesempatan untuk mulai berunding dengan Korea Utara tanpa syarat. Namun, Gedung Putih kemudian mengatakan tidak akan bernegosiasi hingga Korut memperbaiki prilakunya.
"Kita harus melakukan diplomasi langsung dan sanksi. Itu adalah kebijakan kami, yang berdasarkan tekanan dan keterlibatan, dan kami ingin terlibat dalam memberikan tekanan dan berdiplomasi," kata Joseph Yun, Perwakilan Khusus AS untuk Kebijakan Korea Utara, kepada wartawan di Bangkok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Kamis, Yun bertemu kepala Dewan Keamanan Nasional Thailand, Jenderal Wallop Rohsanoh, dan Wakil Menteri Luar Negeri Weerasak Futrakul.
"Kami melakukan diskusi konstruktif yang masih akan berlanjut," kata Yun. Amerika Serikat tidak punya "permintaan spesifik" untuk Thailand, ujarnya.
"Kami tidak punya permintaan spesifik ... tampaknya, seperti yang dikatakan Wakil Menlu, mereka sepenuhnya mematuhi resolusi PBB," kata Yun kepada wartawan sebagaimana dikutip Reuters.
Negosiator AS mengatakan ancaman Korut mesti dihadapi dengan diplomasi dan sanksi. (REUTERS/KCNA) |
Korea Utara mempunyai kedutaan besar di Bangkok.
"Saya rasa apa yang dikatakan Menteri Tillerson dua atau tiga hari lalu ... adalah kita ingin berdialog dengan mereka. Kita terbuka dengan dialog dan kami harap mereka akan sepakat untuk berdialog ... dia sudah menjelaskan kita terbuka," kata Yun.
Delegasi AS pada Agustus lalu mengatakan sejumlah perusahaan Korut beroperasi di Thailand dan mesti ditutup.
Sebagai tanggapan, Kementerian Luar Negeri Thailand mengatakan bahwa perdagangan dengan Korea Utara sudah berkurang hingga 94 persen pada tahun lalu.
Lihat juga:Jepang Tak Setuju Menlu AS Ajak Korut Dialog |
(aal)
Negosiator AS mengatakan ancaman Korut mesti dihadapi dengan diplomasi dan sanksi. (REUTERS/KCNA)