Pria Bersenjata Ledakkan Pipa Minyak di Libya

Agustiyanti, CNN Indonesia | Rabu, 27/12/2017 03:55 WIB
Pria Bersenjata Ledakkan Pipa Minyak di Libya Ilustrasi. (AFP PHOTO / Tomas HULIK)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok pria bersenjata meledakkan sebuah pipa yang memompa minyak mentah ke pelabuhan Es Sider, Libya pada Selasa (26/12). Ledakan tersebut membuat Libya harus memotong produksi minyaknya hingga 100 ribu barel per hari (bpd).

National Oil Corporation (NOC), perusahaan minyak yang dikelola negara menjelaskan dalam pernyataannya, produksi minyak telah dikurangi sekitar 70 ribu hingga 100 ribu barel per hari. Namun, penyebab ledakan hingga kini belum jelas.

Dikutip dari Reuters, sumber militer menyebut, penyerang tiba dilokasi dekat Marada dengan dua mobil dan menanam bahan peledak.


Berdasarkan sejumlah gambar yang beredar di media sosial, ledakan di wilayah timur tengah Libya tersebut menimbulkan awan besar.

Adapun hingga kini nilai kerusakan masih dihitung. Namun, harga minyak disebut terpantau mengalami kenaikan.

Pejuang ISIS diketahui ada di wilayah tersebut hingga pasukan pemerintah mengusir mereka dari kubu utamanya di Sirte setahun yang lalu.

Adapun operator pipa tersebut adalah Waha, anak usaha patungan antara NOC dengan Hess Corp, Marathon Oil Corps, dan ConocoPhilips. Waha disebut menghasilkan sekitar 260 ribu barel per hari.

Pejabat Libya sebelumnya menyebut, produksi minyak negara Afrika Utara tersebut mencapai satu juta barel per hari. Namun, angka produksi tersebut sulit dijaga oleh negara yang sering kali terbelah oleh konflik tersebut. (Reuters/agi)